Khotimah menikah

25 Apr 2015

Hari ini Khotimah menikah.

Masih ingat Khotimah kan?

Dia adalah asisten rumah tangga kami di Surabaya. Selain menemani Bato dan Bi Entin, dia juga sekolah lalu kuliah dan sekarang sudah lulus S1 Keperawatan dari sebuah lembaga pendidikan kebidanan yang letaknya tidak jauh dari rumah.

Begitu cepat waktu berlalu.

Tidak terasa sudah lebih dari 10 tahun dia menjadi bagian dari keluarga besar kami. Saya ingat waktu pertama kali dia datang dari Lumajang. Wajahnya yang lugu, tatapannya yang selalu ingin tahu dan gerak-geriknya yang masih canggung membuat saya ragu, apakah dia akan betah tinggal di rumah kami?

Ternyata betah. Alhamdulillah.

Akhir tahun 2014 lalu dia sudah diwisuda dengan hasil yang membuat saya kagum luar biasa. Bayangkan, IP-nya saja 3,72 dan dia berhasil lulus dengan predikat yang tidak disangka. Cum laude!

Ah, hebatnya Khotimah. Tanpa kerja keras dan ribuan doa tak mungkin predikat itu disandangnya. Betul. Itu bukan predikat yang bisa diraih dengan mudah.

Setelah pengumuman, dengan berurai air mata, dia memeluk saya. Dia juga tidak menyangka bahwa kesungguhan dan kerja kerasnya selama ini memperoleh hasil yang setara. Ah, Khotim…ibu juga bangga. Ibu juga bahagia. Tuhan selalu punya rencana dan hadiah terbaik buat umat-Nya. Kita selalu yakin tentang hal itu, bukan?

Dan hari ini, Tuhan kembali memberikan satu hadiah indah buat Khotimah. Dia akan menikah. Dia akan menempuh hidup baru dengan seorang lelaki bernama Yoga yang berprofesi sebagai PNS di Departemen Agama Kabupaten Sragen - Jawa Tengah. Saat ini Yoga juga tengah melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Gajah Mada - Yogyakarta.

Lagi-lagi saya terpana.

Khotimah ternyata diberi anugerah luar biasa. Ketulusan dan kesederhanaannya selama ini mendapat balasan yang tidak pernah diduga. Apalagi belahan jiwa itu datang tanpa pernah disangka. Lewat perkenalan dari seorang teman ternyata berlanjut ke pelaminan. Semuanya lancar. Semuanya dimudahkan.

Khotim, lewat tulisan ini ibu, bapak dan dik Risa mau mengucapkan selamat buat semuanya. Buat kelulusan Khotim yang membanggakan, juga buat pernikahan Khotim yang hari ini dilaksanakan. Semoga Khotim selalu sehat, bahagia serta senantiasa ada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Ibu berharap ilmu yang Khotim dapat selama ini mudah-mudahan bermanfaat. Tidak hanya buat keluarga tapi juga buat orang-orang yang ada di sekeliling Khotim. Ibu percaya, semua yang kita tanam dengan niat baik akan selalu berakhir baik. Dan semoga keinginan menjadi tenaga kesehatan profesional itu bisa terwujud sesuai harapan.

Trima kasih buat semuanya, Khotim. Buat waktu yang telah diluangkan, buat pengabdian yang sudah diberikan. Kami semua minta maaf bila selama ini ada tutur kata dan perbuatan yang menyimpang dari harapan. Semoga di kesempatan mendatang silaturahmi ini akan terus berulang.

Saat menulis ini, di relung hati yang terdalam, sesungguhnya ada sedikit kekhawatiran. Bagaimana Bato dan Bi Entin sepeninggal Khotim nanti. Di usia senjanya, mereka berdua memang bukan orang yang selalu minta dilayani. Sepanjang bisa dikerjakan sendiri pasti akan mereka lakukan dengan senang hati. Tapi usia memang tak bisa dibohongi. Bato dengan usia 77 tahun dan Bi Entin di usia 70 tahun adalah usia dimana mereka seharusnya selalu ditemani.

Lagi-lagi saya merasa tak berdaya. Saya seperti berada diantara sebuah dilema. Tak bisa memilih diantara dua.

Percayalah.

Saya akan terus berusaha biarpun hasilnya belum terlihat nyata. Saya percaya, semua akan mudah atas perkenan-Nya. Semoga saja Bato dan Bi Entin selalu sehat, bahagia dan ada dalam lindungan Allah Swt.

Amiin…


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive