The Great Sakura

10 Apr 2015

Pesawat Japan Airlines yang kami tumpangi take off dari bandara Soekarno-Hatta jam 21.30 dan diperkirakan mendarat di bandara Narita jam 06.30 waktu setempat. Penerbangannya sendiri memakan waktu 6 jam. Perbedaan waktu antara Indonesia dengan Jepang itu 2 jam. Waktu Jepang lebih cepat 2 jam dari Waktu Indonesia bagian Barat. Jadi perbandingannya kurang lebih kayak Jayapura dengan Jakarta gitu deh!

Terbang tengah malam sukses membuat saya terjaga semalaman. Dua orang penumpang laki-laki di kanan dan kiri, sepertinya orang Jepang asli, asyik menonton sebuah tayangan dari layar televisi dihadapannya. Saya mencoba baca novel tapi karena pikiran sudah kemana-mana, acara membaca itupun gagal. Pasrah. Kembali saya mencoba memejamkan mata walaupun hasilnya tetap sama. Tidak bisa tidur.

Enam jam kemudian, ketika sinar matahari mulai menyapa bumi, pesawat mendarat di bandara Narita. Rombongan kami yang berjumlah 12 orang pun bersiap turun. Saya bersyukur teman serombongan saya orangnya baik dan hangat. Bayangkan kalau kita pergi bareng dengan orang yang jaim atau jutek…duh, doa saya rasanya terjawab. Iya. sebelum berangkat saya memang berdoa supaya diberi teman serombongan yang menyenangkan biar perjalanannya makin berkesan.

Mari saya kenalkan teman seperjalanan saya saat itu.

Kelompok pertama, saya menyebutnya mbak-mbak sosialita pengajian yang penampilannya nge-hits banget (mbak Santi, mbak Tari, mbak Ike dan mbak Mila…miss u). Kemudian kelompok kedua adalah tiga orang ibu penuh semangat sekaligus aktivis gereja yang usianya 75, 70 dan 63 tahun (bu Tin, bu Lanny dan bu Tanti…peluuuk). Sedangkan kelompok yang ketiga seorang ibu keturunan Tionghoa dengan dua orang anaknya yang sudah dewasa. Yang satu laki-laki berumur sekitar 27 tahun-an, satu lagi perempuan seumuran Risa dan sedang kuliah S3 jurusan piano klasik di Kansas-AS. Keren!

Rombongan keempat, ehm, kita baru mau ketemu saat makan malam di Aqua City Odaiba-Tokyo nanti malam. Katanya mereka sudah berangkat sehari sebelumnya karena mau jalan-jalan dulu ke Disney Land dengan formasi lengkap yang terdiri dari sepasang suami-isteri, tiga orang anak, satu menantu dan dua cucu yang masih balita. Bayangin, sang cucu ini umurnya 2 tahun dan 5 bulan, tapi neneknya sangat tangkas mengurus keperluan seluruh anggota keluarga (Bu Farida…saya kagum sekali dengan kesigapan ibu mengatur segalanya!).

5baa17e1f86866283b003132f0be4959_picture3

Teman seperjalanan yang menyenangkan

Pertama kali berkenalan dengan mereka adalah waktu menunggu bagasi di bandara. Saya masih malu-malu. Jadi setelah bersalaman dan basa-basi sekedarnya, saya langsung mengalihkan perhatian ke suasana bandara. Tidak seperti bayangan saya sebelumnya bandara ini ternyata biasa-biasa saja. Narita adalah bandara lama jadi kemewahannya mungkin tidak sama dengan Haneda.

Tapi karena itu adalah kunjungan pertama, tetap saja saya terpesona.

Bukan kagum dengan kemewahannya, tapi kagum dengan areanya yang luas dan bersih. Kesan suram memang terasa. Tapi bersihnya itu benar-benar bikin takjub. Saya heran, petugas kebersihan disana tidak wira-wiri sambil bawa dorongan pel kayak di kita, tapi kenapa ya semuanya kelihatan begitu steril?

Apalagi waktu saya ke kamar mandi untuk ganti baju karena jadwal kami hari itu langsung jalan-jalan, saya makin kagum. Lantai kamar mandinya sangat kering dan tidak berbau. Klosetnya bersih. Tombolnya banyak. Dan flush-nya juga pakai sensor tangan. Tidak ada air yang bercipratan, apalagi tissue yang berserakan. Semuanya steril dan canggih!

Setelah semua anggota rombongan siap, kami langsung menuju bus. Bus pariwisatanya sih standar. Tapi pengemudinya beda jauh dengan pengemudi di negara kita. Mereka ini memakai pakaian resmi berupa hem putih dan jas hitam yang terlihat rapi. Sambil menunggu, sang pengemudi juga tidak hanya bengong. Sambil duduk di belakang kemudi mereka memegang peta perjalanan plus bolpoin untuk mencatat atau menandai berbagai hal. Wajahnya serius. Jangan harap melihat mereka leyeh-leyeh sambil merokok atau main handphone…hoho, itu mah adanya di negara sendiri kali ya…

Salah satu tujuan kami ke Jepang adalah untuk menikmati indahnya bunga sakura. Hal tersebut ternyata bisa dilakukan di dua kota sekaligus, yaitu di Ueno Park-Tokyo dan di Osaka Castle-Osaka.

Ueno Park adalah taman fenomenal di kota Tokyo yang terkenal karena keindahan bunga sakuranya. Tempat itu juga menjadi ajang berkumpul masyarakat Jepang dan para wisatawan untuk sekedar jalan-jalan, berfoto atau bercengkrama dibawah pohon sakura dengan teman atau keluarga.

Perjalanan dari bandara Narita ke Ueno Park ditempuh selama 1 jam.

Di kiri kanan jalan yang kami lalui sudah tampak satu dua pohon sakura. Ternyata itu belum seberapa. Begitu memasuki area Ueno Park saya terpana karena bunga sakura ada dimana-mana. Di tepi jalan utama, di pinggir jalan setapak, semuanya penuh dengan bunga.

Para pengunjung juga bisa menikmati keindahan sakura dengan beragam cara. Ada yang berjalan kaki seperti kami. Ada yang bersepeda. Ada juga yang menggelar sehelai kain atau tikar plastik sambil menikmati makanan dengan teman atau keluarga. Bahkan di area Osaka Castle, ada komunitas orang lanjut usia yang sedang menikmati keindahan sakura dari kursi roda yang ditemani beberapa relawan. Dari kejauhan mereka tampak ceria. Menjadi tua, sehat dan bahagia itu rasanya menjadi cita-cita setiap manusia ya…

b2c87593319cc9d634fa6d9398520996_picture2

Komunitas lansia dengan bunga sakura

Taman-taman disini juga sangat memanjakan pejalan kaki.

Saya baru tahu kalau orang Jepang begitu menyukai hewan peliharaan terutama anjing. Di setiap sudut, ada saja orang yang membawa anjing. Kalau tidak dipangku, anjing itu akan diikat pakai tali. Anjing-anjing itu juga memakai kostum keren dan menarik yang bisa bikin saya senyum-senyum sendiri saking lucunya.

Selain komunitas penggemar anjing itu tadi, orang juga banyak yang bercengkerama sambil berfoto. Konon sakura yang hanya berbunga setahun sekali ini memang jadi spot menarik buat difoto. Tidak percaya?

Ini dia…

16a395d052518a113d65fb5555d238e0_picture4

Risa di area Osaka Castle

b8c665585c8fe485c560e89e54445cdf_picture7

Jalan kaki dibawah rimbunnya bunga sakura

Eh iya, ada satu lagi benda unik yang sanggup menarik perhatian saya selain keindahan bunga sakura itu tadi.

Yup. Betul!

Tempat sampah.

Itu adalah tempat sampah terbesar yang pernah saya lihat. Bentuknya unik dan menarik. Tempat sampah itu juga disekat sesuai dengan jenis sampah yang akan dibuang agar mudah dipilah untuk di daur ulang. Kata Hifumi San, tour leader kami yang orang Jepang asli, orang Jepang itu sangat jarang membuang barang. Mereka akan mengupayakan barang-barang yang sudah tidak terpakai untuk didaur ulang. Pantas saja. Dengan tempat sampah besar yang sudah terpilah seperti itu, sampah akan sangat mudah untuk didaur ulang.

ff1166311ae4b2a38355afa7c50623d1_picture5

Ini dia tempat sampahnya…

Siang itu di Ueno Park, tidak hanya keindahan bunga sakura yang saya nikmati, tapi juga kedisiplinan masyarakat Jepang dalam menjaga kebersihan. Belajar memang tak mengenal tempat. Di sebuah taman kota yang penuh bunga sakura, di sebuah negara yang berbeda, kembali saya mendapat ilmu baru tentang pentingnya memilah sampah agar tidak sekedar menjadi limbah.

Salut!


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive