a journey of my life…

Ada yang suka pergi ke museum?

Terus terang, saya tidak.

Tapi hari Minggu beberapa waktu lalu, saya dan suami tidak sengaja masuk ke sebuah museum yang ada di daerah Kwini. Museum Kebangkitan Nasional namanya. Yup, museum ini dikenal juga dengan nama Museum Stovia karena di jaman Belanda tempat itu dijadikan sekolah kedokteran bagi orang-orang pribumi.

Saat itu kami sedang menunggu taksi.

Gerbangnya yang terbuka lebar seakan mengundang kami untuk datang. Saya melirik suami, rupanya dia juga memiliki pemikiran serupa. Jadilah kita berdua sepakat untuk masuk kesana.

Biasanya tawaran masuk ke sebuah museum akan saya sambut setengah hati. Bukan apa-apa. Karena dulu pernah bercita-cita menjadi arkeolog namun ditolak halus oleh almarhum bapak, maka museum bukan lagi tempat yang menarik minat saya untuk dikunjungi.

Tapi sepertinya museum ini berbeda.

Museum yang pernah digunakan sebagai tempat pendidikan kedokteran bagi bumi putera (School Tot Opleiding Van Inlands Artsen/STOVIA) di jaman penjajahan Belanda ini ternyata sangat unik.

Di gerbangnya saja, kita sudah disambut dengan foto-foto pahlawan nasional dalam ukuran besar. Setelah membeli karcis seharga Rp. 2000 kami langsung berbelok ke kiri agar bisa melihat sudut-sudut museum dengan lebih rinci.

Memasuki halaman dalam, keteduhan museum kian terasa. Selain banyak pepohonan rindang yang berada di sekitar bangunan museum, berbagai tumbuhan pun terpelihara rapi sehingga berkesan asri.

Ruangan-ruangan yang tenang dan dingin juga membuat saya leluasa untuk meresapi berbagai kondisi yang saat itu dihadapi. Ditambah lagi dengan banyaknya maket dan patung-patung yang dibuat amat mirip dengan ukuran manusia, membuat suasana kuliah di fakultas kedokteran seperti masih tersisa.

Anehnya lagi, semua patung tampak begitu hidup. Ada yang sedang rapat dengan wajah serius, ada yang heboh melakukan diskusi seru, ada juga yang sibuk melakukan praktek bedah anatomi di sebuah meja operasi.

Pakaiannya juga macam-macam. Ada yang memakai beskap Jawa, pakaian khas meneer Belanda, bahkan ada juga yang memakai udeng, sarung dan kaus oblong sebagai jati diri kaum pribumi. Ah, ah…semuanya mirip sekali dengan keseharian bangsa Indonesia di masa lalu!

Ya ekspresinya, ya pakaiannya, ya bahasa tubuhnya.

Saking miripnya dengan sosok manusia, mereka jadi kelihatan hampir menyeramkan di mata saya…huhu, kalau saja suami mengajak saya kesana malam hari, pasti tawarannya saya tolak tanpa banyak basa-basi!

9e40b84d50b9f5056a375b76d757489f_24062012044

Hayooo, suami saya yang mana?

9811b698a46c204ca61b66e84d275b37_24062012040

Kalo saya?

6979fa63b63872ba1d279eac2a0cc404_24062012038

Idiiih, semangat banget sih…

Selain itu ada juga berbagai foto, denah dan lembaran-lembaran kertas berisi pengetahuan tentang dunia kedokteran yang didokumentasikan di banyak ruangan. Semuanya utuh dan terawat baik.

Seandainya saja kita cukup rajin untuk mengamati dan membaca semua penjelasan itu satu persatu, saya yakin, bangsa kita ini sudah hebat sejak jaman dulu. Betapa ilmu kedokteran yang begitu rumit, bisa dipelajari oleh kaum pribumi di masa penjajahan yang seharusnya membuat mereka merasa berada dibawah tekanan. Ini tidak.

Dengan percaya diri, mereka justru membuktikan bahwa ilmu pengetahuan itu tak kenal era. Sesulit apapun masa yang mereka hadapi, belajar itu toh tak harus membuat semangat mereka terhenti.

Yang pasti, hari itu saya kembali mendapat pelajaran berharga tentang sebuah keuletan, tentang sebuah ketangguhan.

Betapa kesulitan tak pernah membuat mereka menyerah apalagi patah arang. Betapa penjajahan tak menjadikan mereka berhenti berjuang melawan kebodohan. Memang tak ada yang tak mungkin, bila kita mau sedikit saja berkorban demi masa depan yang dicita-citakan.

Catatan : Eh, berfoto di dekat patung seperti itu tidak disarankan lo ya!

;)

Dan satu lagi, posting ini dibuat untuk Surya dan Dewi yang mungkin saja penasaran karena waktu ke rumah saya hari Sabtu lalu tidak ketemu dengan mas Budi dan Risa…


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Agustus 8th, 2012 at 12:06


74 Responses to “Museum, foto dan cinta”
  1. 1
      Surya Says:

    Sepertinya pertamax…. :D

    Iya Surya, iyaaaaa… :D

  2. 2
      Surya Says:

    Museumnya seperti Madame Tusaud edisi khusus Pahlawan Nasional Indonesia ya mbak.. :)

    Kalau dari penampakan yang terlihat di foto, sepertinya bangunan museumnya itu bangunan kuno ya mbak. Bangunan kuno yang isinya patung2 yang seperti hidup, hmmm.. sebuah kombinasi yang menyeramkan di malam hari, he he he

    Bener Sur, masuk siang-siang aja saya agak merinding, gimana kalo berkunjungnya malem-malem?
    Hehe, semangat mereka ini mengingatkan saya pada semangat yang Surya miliki dan saya lihat waktu kita ngobrol beberapa hari lalu.
    Saya kagum dengan idealisme dan dedikasi yang Surya berikan pada pekerjaan dan saya lebih kagum lagi sama perhatian yang Surya tunjukkan pada Dewi saat itu… :D
    Sukses terus ya!

  3. 3
      applausr Says:

    museumnya mirip madame tusaud… betul sekali tuh… bagus ya… kwini itu ada dimana ya? maklum geographynya jelek dulu…

    jadi mau kesana bagus juga tuh… boleh duduk disebelahnya patung juga ya… semoga selalu dirawat dengan baik…

    Applausr, museum itu ada di deket RSPAD Gatot Subroto…coba deh kapan-kapan main kesana, keren lo…hehe, kalo duduk di sebelah patung sih kayaknya nggak boleh, tapi karena waktu itu pengunjung museum cuman saya dan suami, jadilah kita berdua foto-foto sama patung-patung itu…
    :D

  4. 4
      surya Says:

    Lho, lho, lho…
    Perhatian ke Dewi yang mana mbak??
    Aku kok ngerasa biasa aja ya…

    Itu lo, waktu Surya dan Dewi mau ngomong ke saya tapi barengan ngomong, Surya kan nyuruh Dewi bicara duluan dengan isyarat mata yang gimanaaa gitu…
    *uh, bener kata Erry, saya memang perhatian banget sama hal-hal detail*
    ;)

  5. 5

    mba Irmaaaaa…
    tumben sih ada potonyaaaaa….tumbeeen…hihihi…

    *pengen bikin mba Irma jadi serba salah, gak ada poto diledekin, kalo pake poto malah dicurigai…hihihi…*

    Hihihihihi…biarin deh dicuriagai juga, yang penting kan ada fotonyaaaa…
    *jawabannya nggak nyambung banget kan, Ry*
    :P

  6. 6

    dan ituh patungnyaaaa…

    serem abis sih mba…
    Bener kata mba Irma deh…
    kalo malem pasti bakalan males berkunjung kesonoh yah mba…

    Ngeri tiba tiba lampu nya mati sendiri kayak rumah yang di Garut tea….whoahaha…

    Huuuuaaaa…masih inget dengan kejadian serem di rumah yang di Garut itu, Ry…?
    ;)

  7. 7

    Tapi aku bener bener kagum deh sama poto potonya mba…

    mba Irma dan mas Budi terlihat sangat mendalami karakter sekali deh dalam poto tersebut…

    Penuh penghayatan gitu lho…hihihi…ekspresiiif :)

    Hihihihihihi…kita kan memang mantan bintang film, Ry?
    Jadi, kalo soal pendalaman peran mah kita udah ahli banget…
    *sambil kibas rambut juga deh*
    :P

  8. 8
      monda Says:

    akhirnya jadi juga mbak ke Museum Kebangkitan Nasional,
    hi..hik.. aku gagal tak berhasil mengajak mbak Irma masuk situ,..
    tapi memang harus dengan papa Risa dong biar lebih berkesan….
    cantik kan museumnya mbak..tamannya hijau banget kan..

    Mbak Mondaaaaa…salah satu penyebab saya tertarik masuk museum itu karena cerita mbak Monda juga…jadilah pas suami mengajak kesana, saya sudah lumayan tertarik buat masuk ke museum itu…
    Makasih ‘kilikan’nya ya, mbak…museum itu memang cantik dan hijau banget!
    :D

  9. 9
      nicamperenique Says:

    wah aku paling enggan ke museum mba
    wlo sempat juga masuk beberapa kali
    dan di dalam ya lewat2 gitu aja deh :D
    tapi foto2nya keren mba
    mesti diperhatiin bener klo lawannya itu patung semua heheh

    Whehehe…NiQue bisa ngebedain kan, mana yang patung mana yang kita?
    :P

  10. 10
      Niar Ningrum Says:

    Bu irma, serunya main ke museum, ada foto pula di sini, beneran yaa bu #ucek2 mata :D

    Oohh itu toh pak budhi yaa bu irma :D

    Ssstt, itu fotonya dipasangin Risa, Niar…saya cuman kebagian motret-motret aja… :D

  11. 11
      Niar Ningrum Says:

    Bu irma,waktu ke museum sepi yaa bu?? kok fotonya gag keliatan orang lewat2 yaa :D

    Bener lho bu, kalau segala sesuatu gag ada yang gag mungkin kalau mau mengorbankan sedikit saja waktu demi masa depan :D

    Iya Niar, sepiiii banget, pengunjungnya waktu itu cuman kita berdua aja…hehe

  12. 12

    Makanya hati hati Suryaaaaa…
    mba Irma inih pengamat ulung lhooo…

    sampai sampai aku kena juga …
    gara gara males nyiapin minum dan malahan nawarin teh botol waktu mba Irma main ke rumah…hihihi…

    Hihihihihi…bakat detektif memang susah disembunyiin ya, Ry?
    *detektif apa usil, bedanya udah nggak jelas lagi*
    :P

  13. 13

    wah,,,seru mbak,,,berfotodengan patung ..pasti kita paling cantik,,ahahaha

    Hohoho…iya, suami saya jadi yang paling ganteng juga… ;)

  14. 14
      yadibarus Says:

    Aku jua sampe sekarang belum pernah masuk museum, sepertinya perlu juga nih sekali2, untuk nambah pengetahuan

    Betul Yadi, setelah masuk museum Kebangkitan Nasional itu, saya juga mulai berpikir buat mencari museum mana lagi yang mau dikunjungi :D

  15. 15
      Evi Says:

    Mbak Irma, patung yg pakai kacamata kok guanteng ya hehehe..Terus ada juga patung putri cantik rupanya..
    Jadi jalan-jalan ke museum ya Mbak. Sebagai info, saya yg dekat dari tempat itu belum pernah masuk ke sana..Patung2 itu pasti menceritakan siswa Stovia ya Mbak?

    Aaaah, mbak Evi bisa aja…makasih ya mbak, kita ternyata masih bisa dibedakan dari patung…hehehe, iya mbak, kebetulan mess tempat kami tinggal di Jakarta tempatnya di seberang museum itu…
    Sepertinya patung-patung itu memang menceritakan suasana perkuliahan di Stovia jaman dulu, bagus-bagus lo mbak, bahasa tubuh dan suasana saat itu, betul-betul dibuat semirip mungkin dengan masa lalu.
    Ayo, kapan-kapan mbak Evi main kesana…ehm, saya juga diceritain mbak Monda kok, jadilah saya penasaran dan berkunjung kesana :D

  16. 16
      Pakde Cholik Says:

    Saya juga termasuk manusia Imdonesia yang tak hobi berkunjung ke museum. Jika masuk museum itupun karena acara rombongan atau hanya untuk ambil fotonya belaka.

    Museum di Jakarta yang pernah saya kunjungi hanya Museum ABRI di Taman Mini dan Lubang Buaya. Itupun karen kantor saya menjadi cohost Seminar Peacekeeping. Jadi peserta dari mancanegara saya ajak ke museum.

    nah di London sempat mengunjungi Madame Tassaud yang ada patung lilin para celebrity itu.

    Kita seyogyanya rajin mengunjungi museum ya jeng agar tahu bagaimana orang2 jaman dulu berjuang, bekerja dan beribadah.

    Salam hangat dari Surabaya

    Betul Pakde, di museum itu tercatat sejarah perjuangan masa lalu yang tidak mungkin terhapus oleh waktu. Dan terus terang, sejak kunjungan kami ke Museum Kebangkitan Nasional, saya jadi lebih menghargai para pendahulu yang sudah menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara merdeka.

    Pakde pernah berkunjung ke museum lilin Madame Tussaud?
    Ah, ah, kayaknya saya juga pengen kesana, Pakde…hehehe…ini namanya edisi mimpi tingkat tinggi :D

  17. 17
      Pakde Cholik Says:

    Laki-laki berambut cepak itu pasti sedang tanya kepada laki-laki berblangkon ” waktu sekolah ada urunan senat ??”

    Jeng Irma sudah pintar masang foto…gitu donk

    Hehehehe…yang masang foto ini Risa, Pakde…jadi ceritanya waktu kami ketemuan di Jakarta, dia saya mintain tolong buat pasang-pasang foto ini dan suplir yang itu…tapi bener kok, nanti kalo Risa pulang ke Surabaya, saya mau minta Risa buat ngajarin saya pasang-pasang foto…
    :D

    Iuran senat?
    Ahaaaaa…mas Asro nanti saya minta buat baca komen Pakde ini ah…

  18. 18
      dey Says:

    saya termasuk yang suka ke museum mbak, dan ternyata fauzan menikmati masuk museum.
    Museum di Bandung yg sdh kami kunjungi museum geologi, museum AA, sama museum mandala wangsit (yang museum tentara itu lho). Diantara ketiga museum itu, yg paling adem adalah museum AA, yang bisa di pake lari2an Fauzan adalah museum geologi. Dan Museum yang (sepertinya) kurang terawat dan menyeramkan adalah museum Mandala Wangsit. Hehehe ….
    Pengen banget bisa ngajakin fauzan ke museum lain di luar kota bandung, tapi belum kesampean.

    Oya?
    Dey termasuk penggemar museum?
    Iya Dey, sepertinya kita memang harus begitu, apalagi Fauzan adalah generasi penerus kita, lebih cepat dikenalkan pada warisan budaya masa lalu, tentu lebih baik :)

    Eh, waktu kecil dulu, rekreasi sekolah saya juga ke Museum Geologi dan Mandala Wangsit Siliwangi lo…deket banget soalnya, sekolah saya kan di SD Merdeka 5, tapi sayangnya kenapa dulu guru-guru nggak ngajakin ke Museum Asia Afrika juga ya?
    Jadi aja saya belum pernah masuk kesana sampe sekarang…

  19. 19

    mantap blog nya,ikut titip link aja

    http://www.rawithijau.com

    Sip, silahkan :)

  20. 20
      achsuryadi Says:

    museum akan menjadi berharga jika itu menjadi pelajaran untuk generasi berikutnya. begitu juga sebaliknya, akan menjadi catatan baku, jika itu hanya dijadikan kenangan sejarah belaka.
    nice post mbak, pesan museum tersampaikan dalam tulisan ini.

    Trima kasih, Achsuryadi…karena baru sekali itu berkunjung ke museum dengan suami, jadi kesannya memang dalem banget :)

  21. 21
      Lidya Says:

    saya kemuseum kalau terpaksa hehehe waktu sekolah, ehpernah juga deh ke monas kan ada museumnya juga ya

    Hehe, kapan-kapan, cobain deh buat ‘terpaksa’ datang ke museum ini, Lidya…pasti nggak nyesel…
    :D

  22. 22
      lowongan kerja Says:

    wah jarang ke museum nich :)

    Mulai sekarang, kita buat jadi lebih sering yuk!
    ;)

  23. 23
      lozz akbar Says:

    hahahaha di foto itu saya sulit bedakan mana patung dan mana manusia mbak wkwkwkwk

    Yupz.. Jika jaman dulu bangsa kita bisa pinter meski di jaman penjajahan, haruse sekarang saat kita merdeka harus lebih pinter yo mbak

    Lo…lo…lo…komen ini masuk spam lo, Lozz…
    Kebanyakan ketawa kali, jadi aja ketawa Lozz itu dikirain spam…hehehe, masa sih sampeyan nggak bisa ngebedain mana patung mana saya dan mas Budi…malu dong kalo kalah jeli sama Pakde…
    :P

  24. 24
      Nchie Hanie Says:

    kalo aku suka banget ke Museum Mbaa..
    Ampe di BAndung di telusuri dimana Museum, terus museum Geologi adalah Museum favorit..
    G bosen2, padahal isinya itu2 ajah hihii..
    Waahh..senengnya yang main kemuseum sama Mas Budi..
    Ciyee ternyata Mas Budi Pinter akting ya..
    Pas banget sama patung2 itu..

    Hihihihi…iya Nchie, saya juga waktu motretnya ketawa melulu…apalagi waktu foto itu ditunjukin mas Budi ke temen-temennya…merek langsung bilang gini : mentang-mentang di kelas nggak pernah ngacung, jadi aja berani ngacungnya di museum…
    :D

    Museum favoritnya Museum Geologi, Nchie?
    Wah, saya terakhir masuk kesana malah waktu SD dulu…udah lama banget kan :(

  25. 25
      Nchie Hanie Says:

    Cekikikan sendiri lihat foto yang paling bawah..
    Duuh anak siapa pinter banget ngacung aja dari tadi, hehee..
    Ngelihat Mba Irma sama MAs Budi serasa abege deh..
    jalan2 bedua, poto-potoan..
    Itu lagi potonya Mba Irma, meni serius gituh lagi kerja kelompok ya Mbaaa..

    Iya Nchieeee…itu ada soal yang susah banget dijawabnya, jadi aja mikirnya harus super serius…hihihihi :P

  26. 26
      Nchie Hanie Says:

    Sungguh tak percaya..
    masih mikir..
    TErnyata Mba irma ketularan Narsis nya aku..
    Baguuss…!! Lnjutkan Mas Budi..Mba Irma..
    Yess..!!

    Di tunggu poto2 berikutnya ya Mbaaa

    Hush, udah abis persediaan fotonya…ini kan dmasukin ke blog sama Risa, jadi saya tinggal nulis ceritanya aja, Nchie…nanti kalo Risa pulang ke Surabaya, saya mau minta diajarin ah…mudah-mudahan nggak males atau lupa ;)

  27. 27
      Nchie Hanie Says:

    Eh balik lagii..
    Membayangkan patung itu kalo malam2 jalan sendiri hihihi..

    Iya, pasti serem pisan!
    :(

  28. 28
      Nara Says:

    kok sama ya, saya juga termasuk orang yang malas pergi ke museum. Lihat dari luar aja kesannya udah “serem” apalagi klo bangunan museumnya juga bangunan tua

    Betul Nara, tampilan luar yang dingin dan menyeramkan seringkali bikin kita nggak tertarik masuk kesana. Padahal sebenernya museum itu tempat yang menyenangkan buat belajar, selain suasananya bisa mengajak kita kembali ke masa lalu, disana juga banyak banget ilmu-ilmu yang saya belum tahu…
    :)

  29. 29
      Zizy Damanik Says:

    Agak ngeri sepertinya kalau malam-malam ke situ ya, scara patungnya persis banget aslinya…..
    Tapi saya belum sempat2 nih mengajak anak ke museum…. tunggu nanti deh kembali dari Medan….

    Iya Zee, Vay kayaknya bakal seneng deh kalo diajak kesana…
    Ehm, Zee lagi di Medan?
    Enaknya bisa makan kwetiau Medan yang rasanya sedap banget itu…
    :D

  30. 30
      Monda Says:

    he…he.., jadi pengen ke museum lagi ?
    asyik, mbak Irma udah kena racun museum

    di pangkalnya jalan layang yg ke arah Senen ada museum Sumpah Pemuda, dekat halte busway Pal Putih, naik bajaj aja mbak
    di sini dulu jadi tempat kostnya mahasiswa STOVIA, dan tempat deklarasi Sumpah Pemuda

    Oyaaaa?
    Naik bajaj yang dari perempatan kayak dulu juga kayaknya bisa ya, mbak?
    Hehe, nanti kalo saya lagi di Jakarta, saya pengen kesana juga ah…seru juga kayaknya lihat tempat kost mahasiswa STOVIA itu…makasih bocorannya ya mbak, makasih juga udah kasih racun yang baik ini buat saya…
    :D

  31. 31
      Budi Arnaya Says:

    Wah…..patung2 kren semua, yang bikinnya mantap, semangat belajar guna kecerdasan bangsa begitu besar saat itu mbak yach…sungguh ada rasa malu ketika kita sekolah sering membolos (muka merah sayanya mbak)

    Hehe, iya Bli, saya juga suka malu sama pendahulu, kalo selama ini bisanya cuman protes melulu tanpa pernah mencoba berbuat sesuatu buat bangsa dan negara :D

  32. 32
      HALAMAN PUTIH Says:

    Museum di negri ini banyak yang tak terurus dan memprihatinkan kondisinya. Museum adalah asset sejarah yang seharusnya diperhatikan untuk menjadi sebuah pembelajaran di masa mendatang.

    Betul sekali mas, mudah-mudahan kita semua lebih peduli pada peninggalan bersejarah ini…

  33. 33
      Ely Meyer Says:

    kalau dilihat sekilas nggak keliahtan lho mbak foto mbak Bintang dan suaminya yang mana :)

    btw, mohon maaf ya mbak, baru bisa berkomentar soalnya kemarin kemarin itu tiap masuk ke blog mbak, error terus nggak tahu knp, ke teman yg lain yg pakai blogdetik juga begitu nggak kebuka, hari ini kucoba Alhamdulilah bisa kebuka blognya mbak

    Hehehehe…kita berdua susah dibedakan dari patung?
    Mbak Ely, itu ide iseng suami dan karena jadinya unik, saya juga ikutan deh foto-foto dengan mereka ;)

  34. 34
      prih Says:

    Jeng Irma, duh bangganya STOVIA ketambahan mahasiswa dan mahasiswi keren dan pintar ini. Pengarah gayanya siapa sih koq menyatu amat dengan suasana??

    Hihihi…mbaaaak, kita mengarahkan gaya kita masing-masing aja…coba waktu itu ada mbak Prih, pasti mbak bakal lebih jago buat ngarahin gaya kita berdua :D

  35. 35

    terakhir tiga tahun yg lalu ke museum batik.hehehh

    Oya?
    Dimana itu, Blue?
    Di Jakarta juga kah?

  36. 36
      Awan Says:

    Waaah Bunda, seru bgt ya kemusium… apa lg cuman berdua, serasa kaya pacaran ya Bunda….
    heheheheheh

    saya juga suka ke musium di kota Tua Bunda, tujuannya si sebenarnya utk foto2 doang…hehehehe

    Foto-fotonya kok nggak pernah dimasukin blog, Awan?
    Saya kan jadi penasaran…
    :D

  37. 37
      Awan Says:

    Tambah seru Ada Foto-fotonya…. :)

    sepertinya sangat menjiwai peran ya Bunda foto-fotonya…. :)

    Iya Wan, saya berasa jadi mahasiswa STOVIA juga deh…hehe
    :D

  38. 38
      Awan Says:

    Berkunjung ke musium itu juga sekalian belajar, patut di tularkan pada anak-anak sbg generasi muda… iya ga Bunda? hehehehhehe

    Iya Waaaannnn…betul banget, salah satu cara kita belajar menghargai masa lalu, adalah berkunjung ke museum ini…

  39. 39
      ilmiy Says:

    ak kalo ngeliat patung2 kek gitu bawaannya sereeem mbak..
    hiiiyyyyy..

    Iya Ilmiy, nggak kebayang deh kalo kesananya malem-malem…sereeeem :(

  40. 40
      ke2nai Says:

    sy kayaknya ke museum terakhir pas SD mbak.. hehe..

    Hoho, sama Ke2Nai…itu juga karena wajib kan?
    ;)
    Tapi ternyata, museum itu bisa menarik lo, saya juga sampe terpesona sama peninggalan masa lalu yang dipelihara dengan amat baik itu…

  41. 41
      ke2nai Says:

    eh tapi enggak ding, bbrp bulan lalu pernah ke museum geologi :D

    Tuh kan…jadi inget, pasti lagi nganterin anak-anak ya!
    :D

  42. 42
      Orin Says:

    qiqiqiqiq…Bu Ir dan suami iseng jg ya putu2 sm patung2 di museum :P

    Iya Oriiiin, kita berdua kan diajarin Orin… :P

  43. 43
      Yunda Hamasah Says:

    Itu foto patung2nya memang seolah hidup ya Mbak, asli bikin pangling, la kalau malam gelap kesana bisa salah kira ya Mbak :)

    Iya Yunda, kayaknya kalo mau kesana harus siang-siang deh, serem kalo udah gelap mah… :(

  44. 44
      mechta Says:

    waah..itu ‘patung’ masa kininya bisa melebur dengan yg dari masa lalu ya? qiqiqi… trimakasih sdh diajak mengintip museum ini mbak… eh kapan2 ke pekalongan, mampir di museum batik ya mbak :)
    Mbak..maaf baru berkunjung lagi nih…

    Ohoooo…Museum batik itu ternyata ada di Pekalongan to, Mechta?
    Tadi saya tanya ke Blue, dimana sebenernya Museum batik itu berada…
    Halo, halo…udah ada posting baru-kah?
    :D

  45. 45
      Pakde Cholik Says:

    Jangan2 belum pernah masuk ke Tugu Pahlawan jeng ?

    Belum Pakdeee….
    *tutup muka pake saputangan*
    :(

  46. 46
      Dani Says:

    Mba Irma… Seru banget poto-potonya. Hihihi. Saya yang baca dari HP awalnya kaget kok bisa jaman dulu ada kaos oblong. Ternyataaah.. Hehehehe..

    Barangkali mau coba museum gajah depan monas juga seru Mba Ir. Banyak banget perhiasan jaman raja-raja dulu termasuk senjatanya. Tapi emang merinding sih di dalemnya. Hehehe.

    Poto-potonya lucu Mba Ir.. :)
    *maap baru mampir*

    Nggak apa-apa Dan, dikomenin sama dani juga saya udah seneng banget…hehe, boleh juga tuh referensi Museum Gajah-nya, bikin penasaraaaan…
    :D

  47. 47
      Pakde Cholik Says:

    Lagi di Jakarta ya jeng ?

    Sekarang iya, Pakde :)

  48. 48
      Bibi Titi Teliti Says:

    mba Irmaaaaaa…
    waduh…nangih nagih postingan korea segala…
    dikirain teh udah apdet…hihihi…ternyataaaa…

    lagi sibuk banget mbaaaa….
    kemaren beli DVD KOrea buanyak banget buat libur lebaran…hihihi…
    *akan menjadi liburan yang berkualitas untuk aku pastinyah*

    Huuuuaaaaa…pasti sekarang udah tamat filmnya!
    Gimana? gimana?
    Nambahin kuaitas liburan Erry nggak?
    :P

  49. 49
      irmarahadian Says:

    kalo suaminya di paringi blangkon saya tidak bisa membedakan mana pak budi dan mana patungnya bund,
    heheh

    Hehe, iya kali ya, rasanya bakal susah juga buat ngebedain, mana yang patung, mana yang mas Budi asli…
    :D

  50. 50
      dea Says:

    patung nya mirip kaya manusia asli yaa :D

    Iya Dea, mirip[ banget!

  51. 51
      yuniarinukti Says:

    Haha.. Mbak Irma dan Pak Asro bisa aja.. seandainya gak ada keterangan tulisan dibawah foto itu pasti saya gak tau diantara patung itu ada manusia beneran, kreatif juga gayanya :D

    Hihihi…iya Yun, di Surabaya ada nggak ya museum yang mirip-mirip begini?
    Kita foto bareng-bareng disana, pasti seru…
    :D

  52. 52
      yuniarinukti Says:

    Mbak Museum ini dimana sih tempatnya? Kwini emang dimana, di Garut? wah saya paling mati gaya klo disuruh foto di Museum, bingung mau pke gaya apa, tapi melihat ekspresi Mbak Irma dan Pak Asro itu, bisa saya contek ah hihi..

    Ealaaaah…di Garut nggak ada museum, Yun…adanya juga dodol…hehe, Kwini itu nama daerah di Jakarta, deket sama daerah Senen gitu deh…dan bener, saya juga baru tau detail tentang daerah Kwini setelah bolak-balik kesini…
    Ehm, daerah kekuasaan kita memang ada di Ngagel dan sekitarnya itu kan, Yun?
    ;)

  53. 53
      SanG BaYAnG Says:

    Sekedar berkunjung pada kawan.. :D

    Apa kabar mbak.. :mrgreen:

    Alhamdulillah sehat, mas…senengnya dikunjungin kawan lama…trima kasiiiiih…
    :D

  54. 54
      Budi Arnaya Says:

    ngamsen di rumah mbaknya

    Ahaaa…makasih kunjungannya, Bli Budi :D

  55. 55
      kanesty Says:

    aku sukaaa museum :D
    kalo malem hari tar jadi kaya film night at museum ya mbak, hehe. daerah Kwini itu di kota mana ya mbak?

    Di Jakarta, Kanesty…kapan-kapan berkunjung kesana deh, pasti seru…asal jangan malam hari aja datangnya, karena dijamin bakalan langsung serem :(

  56. 56

    itu patung buatnya pake apa ya????

    Saya juga nggak tau, yang pasti patungnya mirip banget dengan kita-kita…
    :)

  57. 57
      rawins Says:

    aku juga rada males kalo ke museum
    entah kenapa ya mungkin karena pengelolaan museum disini yang menyedihkan
    makanya kalo denger museum yang terlintas adalah gudang rongsokan atau bahkan rumah hantu

    Betul Rawins, mungkin pengelolaan dan promosi museum di negara kita ini masih kurang, tapi kapan-kapan cobain deh berkunjung ke museum ini…pasti menyenangkan :)

  58. 58
      uni Says:

    bunda irma apa kabar? lamaaa sekali uni ga mampir ^^
    poto-poto di museumnya keren ^_^, uni baru sekali rasanya ke museum di virebon, klo yg dibandung cuma lewat depan jalannya aja, hehe

    Uniiiiii…kangennya dengan kunjungan dan komen Uni ini!
    Apa kabar?
    Smoga sehat-sehat ya…
    Hehe, iya Uni, saya juga sebenernya jarang banget pergi ke museum, tapi begitu ‘kesasar’ ke museum yang ini, eh, ternyata menyenangkan juga lo jalan-jalan di museum itu, apalagi kalo perginya berdua sama orang tercinta :D

  59. 59
      Fira Says:

    HALO TANTE IRMA!!!!!!! ini Fira
    AKU: LIKE THIS!!!!
    LUCU-LUCU Deh fotonya!!!
    JADI makin SEMANGAT BACA BLOG BINTANG TIMUR DEH!!
    MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
    DARI: FIRA SEKELUARGA

    Firaaaa, trima kasih sudah suka tulisan tante…jadi seneng nih ;)
    Sama-sama Fir selamat lebaran juga buat Fira sekeluarga, mohon maaf lahir dan batin…tante kangen pengen makan masakan tante Nunuk lagi…hehehe

  60. 60
      bundakata Says:

    wisata museum bisa menambah pengetahuan kita… SALUTE!

    Betul Bundakata, saya juga setuju :)

  61. 61

    mba Irmaaaaaaa….
    Selamat Lebaran yah mba :)
    Mohon maap lahir batin…
    kalo selama ini ada salah salah komen :)

    Lebaran gak ke Bandung nih mba?
    *ngarep*…hihihi…

    Sama-sama Ry, saya juga ngucapin selamat lebaran buat Erry dan keluarga, mohon maaf lahir dan batin ya…hoho, saya sempet ke Bandung 3 hari lo, tapi waktunya udah habis duluan karena silaturahmi sama banyak saudara…
    *ngeles*
    :D

  62. 62
      Fira Says:

    Aha…………………
    Aku tahu…yang di fotonya yang mana Tante Irma yang dan mana om Budi aku tahu…
    Jawaban ku:
    Pokoknya di fotonya yang paling cantik itu tante Irma dan yang paling ganteng itu om Budi!!!
    He He He :)iya kan tante???

    Hihihihi…Fira bisa aja bikin tante Irma seneng…seratus buat jawabannya, bener banget, Fir…

  63. 63
      Awan Says:

    Bunda…. Maaf lahir batin ya Bunda… klo ada salah selama ini mohon di maafkan :)

    Sama-sama Awan, saya juga mohon maaf bila selama kita berteman, ada kata-kata saya yang menyakiti hati Awan…
    :)

  64. 64
      Mugniar Says:

    Keliatan banget deh yang mana mbak Irma, yang mna suaminya. Yang pakaiannya model sekarang lah hehehe

    Met lebaran mbak Irma. Maaf lahir batin yaa :)

    Hihihihi…iya Mugniar, sama-sama ya…mohon maaf lahir dan batin juga buat Mugniar dan keluarga…ngebedain kita berdua dari model pakaian itu cara yang ok banget lo :D

  65. 65

    Ass. Selamat idul fitri y bu. Mhn maaf lahir & batin. Kmana aja bu ? Udh lama ga posting baru. Msh mudik ya bu ?

    Dewi…selamat lebaran juga buat Dewi dan keluarga, maafin kalo selama ini suka ada salah-salah kata…trima kasih buat atensinya :)

  66. 66
      Surya Says:

    Masih menikmati Liburan ya mbak?

    Met Iedul Fitri ya..
    Taqobalallahu minna waminkum. Minal Aidzin Wal Faidzin
    Mohon maaf lahir dan batin

    Semoga Allah menerima semua amalan ibadah kita di bulan Ramadan dan mempertemukan kita kembali dengan ramadan di tahun-tahun berikutnya, Amiiinnn..

    Btw, liburan kemana aja mbak Ir?

    Suryaaaa….liburan saya ada di 3 kota, Surabaya, Bandung dan Jakarta…bener-bener nggak ada mood buar nge-blog deh…hehe, saya nggak mau pake alasan nggak ada waktu ah, udah terlalu biasa soalnya :D
    Sama-sama Surya…saya, mas Budi dan Risa juga mengucapkan selamat lebaran buat Surya dan Dewi, mohon maaf lahir dan batin bila selama ini ada salah-salah kata atau hati yang tersakiti…

  67. 67

    saya pergi k museum cuma pas ad studi tour.. :P

    Sama temen-temen sekolah plus gurunya juga kan?
    ;)

  68. 68
      Fira Says:

    he he he
    terima kasih untuk jawabannya ya Tante Irma…
    :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :)
    SENENG BANGET DEH.. DAPET 100 DARI TANTE IRMA..
    he he he :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :)

    Hohoho, sama-sama Fir, toss dulu dong!
    :P

  69. 69
      hilsya Says:

    saya rajin ke museum klo lagi jalan-jalan..mba
    tp rasanya jarang banget klo di Ina.. *malu banget nih, meni ga ada rasa nasionalismenya.. pdhal kita juga ga kalah berharga*
    kenapa bisa gitu ya? *eh, malah nanya? hihi*

    Hihihi…museum di negara tetangga, biasanya memang lebih menggoda buat dikunjungi, Hilsya…saya juga nggak tau kenapa bisa begitu :D

  70. 70
      DD ARY Says:

    Ibu, kalau nanti sudah tingggal di Jakarta mendampingi Bapak, sempatkan deh berkunjung ke Museum Lubang Buaya, tapi Ibu jangan berpose dengan patung-patung disana ya, Bu :)

    Hehehehe…kenapa, DD ARY?
    Takut saya ditangkep provoost ya?
    :P

  71. 71
      Miss Rochma Says:

    museum terkesan menyeramkan bagi saya, apalagi kalau sudah ada patungnya. tapi, memang dari museumlah kita tahu bagaimana kondisi leluhur kita. saya, terkesan dengan museum di lingkungan pemakaman bung karno.. :)

    Yang di Blitar itu, Rochma?
    Saya juga pernah beberapa kali kesana dan betul seperti yang Rochma bilang kalau museum adalah tempat kita mempelajari budaya suatu bangsa :)

  72. 72
      ati Says:

    salam Kak, aku numpang liat-liat ya, jadi pengen ke musemum :(

    Ayo, ayo, museum itu ternyata salah satu tempat tujuan wisata yang menarik lo, salam kembali, Ati ;)

  73. 73
      anny Says:

    Kalau saya sangat suka ke Museum mba, selain buat edukasi juga buat mengenal sejarah :D
    Museum yg mba ceritain di atas pingin banget aku kunjungi, sangat menarik :)

    Mbak belum pernah kesana?
    Wajib kunjung tuh, mbak…kereeeen banget ;)

  74. 74

    waduh waduh.. bahaya ini :D :D

    Ahahahaha :D