Ini dia kata-kata penyemangat yang saya suka.
Mungkin karena sering dalam kondisi ‘merasa kalah’ dan biasanya langsung menyerah, saya jadi punya keterikatan emosional dengan kalimat-kalimat motivasi.
Salah satu contohnya adalah kalimat ini.
Kalimat sederhana yang sanggup membuat saya tersenyum dan berulang kali menganggukkan kepala. Yup, betul!
Kita memang tidak diciptakan buat selalu menang. Kadang malah harus kalah telak. Artinya, keberhasilan atau kegagalan itu bisa datang silih berganti atau justru tiba bersama tanpa ada jeda.
Setelah tawa, biasanya akan ada air mata. Begitu juga sebaliknya. Tak ada tawa yang abadi, mustahil juga ada duka yang tak berganti.
Seringkali kita lupa, bahwa kemenangan-kemenangan yang sudah kita raih itu tidak berlaku selamanya. Akan ada saat dimana kita harus terjatuh agar lebih kuat, harus terjerembab agar lebih waspada, atau bahkan harus tersungkur sejenak agar lebih bijaksana.
Menang dan kalah sesungguhnya seimbang.
Bahkan bisa jadi kemenangan yang kita rasakan jauh lebih banyak daripada kekalahan yang sudah kita dapatkan. Sayang kita mudah lupa dengan beragam kemenangan yang sudah kita terima, dan hanya ingat dengan rangkaian kekalahan yang sudah kita lalui.
Bagaimana cara menghitungnya?
Tidak sulit kok.
Kita hanya perlu berhenti sejenak sambil menengok ke belakang agar semua keberuntungan bisa tampak sebagai berkah, bukan sekedar kebetulan. Kita juga harus terus meyakinkan diri bahwa apapun yang kita terima hari ini adalah hasil dari kerja keras dan kebaikan yang sudah kita tanam di masa lalu.
Kehidupan memang tak dirancang untuk selalu menang.
Jadi, nikmatilah setiap kekalahan layaknya seorang pemenang. Dengan lapang hati. Dengan banyak introspeksi. Serta dengan sebuah keyakinan bahwa kemenangan itu kelak akan datang lagi.
Catatan : Tulisan ini didedikasikan buat Erry dan Depz yang sedang merayakan banyak kemenangan. Selamat ya Ry, Depz, kita semua ikut seneng dan bangga…

yayyyy…. buat erryy selamat
Heehehe…buat Depz juga kok, baru aja ditambahin
24 Mei 2012 @ 12:22btw, kali ini saya mau ngga setuju ah mbak
sekali2 ngga setuju gpp kan?
kehidupan dirancang untuk selalu menang
hanya saja waktu menangnya itu kita ngga tau, bentuk menangnya dalam hal apa dll
misal dalam sebuah lomba
kita anggap ga menang, krn ga bawa hadiah/piala
padahal di kesempatan berikutnya kita bisa jadi pemenang, or at least dengan berintrospeksi dan memperbaiki diri atau bahkan menerima kekalahan bisa jadi membuat kita menjadi pemenang. pemenang atas ego kita sendiri
eh ngaco ga sih jawaban saya? hehehe
Ah, nggak Depz, berbeda itu boleh dan kadang-kadang malah indah
24 Mei 2012 @ 12:25Thanks buat komennya yang melihat kemenangan dari sudut pandang berbeda, dan semoga kemenangan-kemenangan lain akan datang menghampiri kita di saat yang tepat kelak…
Kita hanya perlu berhenti sejenak sambil menengok ke belakang agar semua keberuntungan bisa tampak sebagai berkah, setuju sangat Mbak
Sesungguhnya ketika kita merasakan segalanya dalam keberkahan, rasa kalah itu manis saja, sebab memang ia adalah sebentuk kemenangan yang tertunda, hmmm… sok bijak Mbak, hehe ^^
Memang bijak betulan, Yunda…kalau kita memandang kekalahan sebagai sesuatu yang manis, pasti kita juga tidak akan sibuk mencari kesalahan sebagai kambing hitam
24 Mei 2012 @ 12:49hat trick ah… abis kangen ngobrol d blog ini.. hihihi
Hihihihi…iya Depz, saya juga kangen buat bertukar komen seru dengan Depz…kapan-kapan kalo ke Surabaya, mampir ya!
24 Mei 2012 @ 12:50Saya setuju dengan opini Mba Irma, bahwa apa yang dideskripsikan dalam postingan Mba ini bertujuan untuk menyeimbangkan keselarasan hati saat menyikapi kemenangan dan kekalahan tersebut, bukan maksud membuat diri butuh akan rasa ‘kalah’
Kita harus ingat bahwa sekeras apapun kita berusaha, seoptimal apapun kita melakukan totalitas dalam mengerjakan sesuatu atau berpartisipasi dalam satu kegiatan atau proyek, boleh saja kita berharap ‘menang’ atau lebih tepatnya ‘to be the best’ dibalik semua itu ada yang Maha Menentukan dan Maha pemberi keputusan, biarpun kita sudah melakukan totalitas, jika dianggap masih belum layak menang ya itulah yang terjadi.
Dan dalam menyikapi hal ini jelas harus lapang dada dan ambil hikmahnya. Dan hal ini adalah kemenangan hakiki.
Maaf nih Mba Ir, agak panjang hehehe…..dan menyikapi suatu kemenangan, kita harus berusaha tetap balance dalam mengelola perasaan juga menyisihkan hasil kemenangan tersebut bagi orang yang membutuhkan agar suatu saat dimana kita ‘kalah’ atau roda sedang berada dibawah tetap merasa menang karena telah berbagi kebahagiaan atas kemenangan-kemenangan yang telah kita peroleh sebelumnya.
Artikel Mba Irma ini balance dan Top Markotop!
Hohohoho…mbak Anny ini bisaaaa aja!
24 Mei 2012 @ 12:57Karena sering kalah dan kadang-kadang menang *atau justru kebalik ya* itulah saya jadi tertarik buat bikin tulisan ini, mbak…udah agak lama disimpan di draft sebetulnya, tapi baru tergerak buat dipublish sekarang…
Ya ampun Mba Irma, saya tadi lagi login pakai akun yg satunya hehehe ID Future itu punya saya
Iya mbak, hehe…kan ada fotonyaaaa
24 Mei 2012 @ 13:01Trimakasih pencerahannya jeng Ir. Dengan berpikir keseimbangan emosi lebih bisa ditata ya.
…. nikmatilah setiap kekalahan layaknya seorang pemenang…. (ijin kantongin dalam hati ya, maturnuwun jeng
Nggih mbak Prih, matur nuwun sudah membaca postingan saya, ehm… makasih juga sudah ninggalin komen…
24 Mei 2012 @ 13:17‘nikmatilah setiap kekalahan layaknya seorang pemenang’
Suka banget kata-kata ini. Menunjukkan kebesaran hati yang dewasa
Trima kasih Rosi, salam kenal ya
24 Mei 2012 @ 13:24Sebagaimana kata orang bijak : hanya mereka yg pernah merasakan kekalahan akan merasakan manisnya kemenangan… begitu ya mbak…
Eh selamat juga utk tulisan yg masuk post pilihan hari ini ya mbak…
Iya Mechta, bener banget!

24 Mei 2012 @ 13:25Kita merasa hidup itu indah kalau pernah susah, jadi bisa ngebandingin kan?
Masuk post pilihan?
Ah, trima kasih juga buat admin blogdetik deh…
Tulisannya menarik sekali Bunda,
saya suka dengan kata-kata ini:
“Setelah tawa, biasanya akan ada air mata. Begitu juga sebaliknya. Tak ada tawa yang abadi, mustahil juga ada duka yang tak berganti”
Mengingatkan kita untuk menyikapi hidup dengan bijak
#Ini kunjungan perdana saya kayanya, Salam kenal Bunda Irma
#
Awan…halo!
24 Mei 2012 @ 13:33Salam kenal juga…seneng banget dikunjungi dan ditinggalin komen sama Awan, thanks ya, thanks juga buat apresiasinya
Roda memang slalu berputar, kadang ada di kiri, kadang ada di kanan, kadang ada di bawah dan kadang di atas. Malah kadang roda bocor lama gak ditambal, maka akan lama yang berada di bawah
Yup, betul sekali Han, semua berputar…semua berubah…
24 Mei 2012 @ 13:41kenapa si tiap saya blog walking pas banget sama keadaan saya sekarng,,memang manusia tidak dirancang untuk seklalu menang,,tapi saat terjatuh itu butuh bimbingan agar bisa bangkit..
Selain bimbingan, yang harus diupayakan adalah semangat dari diri sendiri yang harus ditimbulkan…smoga keadaanya segera berubah menjadi lebih baik
24 Mei 2012 @ 13:43Mba Irma,
As usual, postingannya selalu bikin adem.
Selamat buat Teh Erry dan mas Depz..
Semoga semakin banyak menginspirasi orang.
Dani, thanks apresiasinya, komen Dani juga selalu menyenangkan buat saya
24 Mei 2012 @ 13:47nice post.. artikel yang bermanfaat.. salam sukses
Trima kasih ya…
24 Mei 2012 @ 13:48Seperti biasa Mba Irma,
postingannya selalu adem dan bikin ayem.
Semoga selalu dan semakin banyak menginspirasi teman-teman untuk rajin ngeblog.
Selamat buat Teh Erry dan Mas Depz.
Wah, dua kali Dan, yang tadi masuk spam soalnya
24 Mei 2012 @ 13:49betul mbak, kalo kita mau menghitung nikmat tuhan niscaya kita ngga bisa menghitungnya karena banyak banget, semua yang kita alami pasti ada hikmahnya..
salam kenal
Salam kenal juga Rahmi, nikmat Tuhan buat kita memang luar biasa…makasih banyak buat komennya
24 Mei 2012 @ 13:52iya, selalu ada dua sisi dalam kehidupan ini. Ada yang menang, maka ada yang kalah. Jika tak ada yang kalah, maka mana mungkin ada pemenang?
Yup, menang dan kalah itu seperti dua sisi mata uang Nara, semua orang pasti pernah merasakan kemenangan dan kekalahan…
24 Mei 2012 @ 14:18yupz saya juga sangat senang punya sahabat seperti depz.. selamat yaa bro n God always bless ur life
Bener banget Indra, biarpun baru ketemu sekali, saya yakin Depz itu orang yang menyenangkan…*bisik-bisik sambil lirik Depz*
Indra, pagi ini saya ninggalin komen di blog Indra tapi nggak bisa melulu, captchanya salah terus biarpun udah diganti berkali-kali…
24 Mei 2012 @ 14:21mbak Irmaaaaa……
apa kabar…?
kangen lho udah lama gak dikunjungi mbak irma
hehehe….
hari selasa kmrn aq ke Garut
andaikan mbak irma masih disana….
Ya ampun Diandraaaa, kenapa ke Garutnya kok harus nunggu saya pindah dulu?
Kecewaaaa
Diandra, saya ninggalin komen di blog Diandra kok nggak bisa ya?
24 Mei 2012 @ 14:29Captcha-nya gagal terus biarpun udah dicoba berkali-kali…
setujuuu…..
kalau hrs menghitung
memang Allah itu lebih banyak memberi qta kemenangan dan kebahagiaan ya…?
tinggal qta yg harus mensyukurinya….
selamat untuk erry dan depz
Setuju Diandra, berkah yang sudah kita dapatkan pasti sudah luar biasa banyaknya, hanya kadang kita lebih suka untuk fokus pada kekurangan dan kesedihan…
24 Mei 2012 @ 14:30*kayaknya ini mah saya…*
inspiratif mbak tulisannya, disaat kt menggangap diri kita kalah dlm hidup tp hrs yakin pst kemenangan itu akan dateng..oya depz itu sahabat saya jg saya bangga punya sahabat seperti dia yg selalu optimis dlm hidup
Betul Indra, semangat dan optimisme Depz dalam menghadapi hidup selalu tercermin dalam posting dan foto-fotonya…gembiraaaa terus, salut juga buat Depz!
24 Mei 2012 @ 14:31Menang dan kalah sesungguhnya seimbang….
Aku suka dengan kalimat itu, bahwa sesungguhnya menang dan kalah adalah dua bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan….
Iya Chocky, timbangan untuk bisa merasa seimbang itu yang kadang sulit buat diterapkan kalau kita hanya fokus pada ‘kekalahan’…
24 Mei 2012 @ 14:32Trima kasih komennya
Kita akan merasakan nikmatnya kenyang setelah tahu bagimana rasanya lapar, demikian juga kita akan merasakan betapa nikmatnya kemenangan setelah merasakan betapa pahitnya kegagalan (Kompunetinfo)
Sependapat Rasito, kita juga akan merasa bahagia kalau pernah merasakan duka…
24 Mei 2012 @ 14:57terima kasih bunda irma………baca judulnya pun aku sudah suka.itulah hidup bagaimana kita bs menyikapinya dengan cerdas untuk smua keadaan ……salam kenal
Salam kenal juga Pink, saya baru berkunjung kesana…postingnya juga keren lo, sukses terus ya!
25 Mei 2012 @ 08:41Nice post, Bunda
Kadang saya merasa bahwa kegagalan itu diperlukan oleh hidup. Sebab tidak mendapatkan kemenangan seringkali membuat kita bisa lebih tenang, lebih jujur mengevaluasi diri, dan akhirnya lebih kuat dari sebelumnya
Kalau menurut saya, segalanya tergantung mindset berpikir dan bagaimana kita memberi arti untuk setiap proses yang kita jalani. Saya percaya bahwa kegagalan adalah kemenangan menemukan cara yang salah untuk menang
*hayyah! kepanjangan*
Haiiiyaaah nggak apa-apa…
25 Mei 2012 @ 08:43Tau nggak Riz, komen Riza selalu membuat saya takjub, kalimat-kalimatnya itu lo, duh…nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata deh, apalagi ditulis sama remaja seusia Riza…keren banget
bener banget, kita harus mempersiapkan untuk kalah juga
Saya sependapat
25 Mei 2012 @ 10:05Postingan yang menyadarkan saya Mbak.
Jujur saja sebenarnya saya ini juga sering (banget) merasa iri bila ada teman berhasil mendapatkan sesuatu, disaat hati panas karena iri itu saya mencoba untuk melihat disekitar saya, bahwa saya masih banyak mendapat keberuntungan dibanding mereka.. berupaya keras untuk menutup mata sambil dalam hati mengucapkan selamat, bahasanya sih diikhlas-ikhlasin lah mesti dalam hati masih tidak ikhlas hihi..
Hohoho…saya malah sebaliknya Yun, karena tidak punya rasa bersaing itulah saya malah jadi pribadi yang lempeng banget…ngegemesin juga kan kalo kayak gini?
25 Mei 2012 @ 11:48Buat MBak Erry dan Depz saya ucapkan selamat ya.. kalian memang orang-orang yang sedang beruntung.. ucapan selamat saya ini ikhlas lho ya, karena memang usaha kalian tidak main-main walau-walau sebenarnya ada sedikit rasa gimanaaa.. gitu, tapi kalian memang pantas menerimanya.. hihi
Rasa gimanaaaa itu yang kayak apa to rasanya, Yuuuun?
25 Mei 2012 @ 11:55Haduuhh..dari kemaren komenku ga muncul Mba..
Ga bisa komen coba..hiks..
Sama Nchie, saya juga beberapa kali komen di blog temen nggak bisa karena captcha yang salah melulu
25 Mei 2012 @ 14:29Horeee…bisa komen..
ahh pokoknya setuju pisan sam tulisan di atas..
selamat buat Depz dan erry..
smangat..!!
Yup, Nchie…terus semangat!
25 Mei 2012 @ 14:30tuuh kan ngilang lagii komennya Mbaaa…
toloongg..*apa nchie belom mandi kale ya*
Hehehehehe…itu mah nggak ada hubungannya, Nchie…soalnya saya juga sekarang belum mandiiii
25 Mei 2012 @ 14:32Aku tuh paling seneng kalo lihat temen2 yang mendapatkan kemenangan,..
support pisan..ikut bangga, buat erry ,kereen..!!
Depz..selamat..
Dan aku termasuk pribadi yang lempeng juga kalo ikut kontes, menang ga menang yang penting hepi hihihi..
Wah, sama dong!
25 Mei 2012 @ 14:35Saya juga selalu seneng kalo ada temen-temen yang berprestasi atau lagi ketiban rezeki…nebeng bangga gitu
Tuuh kan komen yang bener dan serius nya kok ngilang..
ada apa dengan blogdetik..
Hush…yang salah kayaknya bukan blogdetik deh, Nchie…tapi saya
25 Mei 2012 @ 14:36he..he..telat, ternyata udah posting
baca artikel Dan komen para sahabat di atas aku jadi nggak tau mau komen apalagi ini
ya, menang harus bersyukur, kalahpun patut bersyukur juga, itu jadi pengingat agar kita nggak pongah
Tfs kata2 motivasinya mbak
Sama-sama mbak Monda, thanks juga buat kunjungannya ya, kangeeeeen…
25 Mei 2012 @ 17:08Saya juga tak selalu menang jika ikut kontes, tapi tetap saja senang.
Menang kalah disyukuri saja jeng.
Hayooooo kok gak ikut Kontes Unggulan Indonesia Bangkit di BlogCamp.
Pasti bilang ” Nggak pede,Pakde ”
Topik kontes kali ini kayaknya pas banget bagi mereka yang pernah atau akan menjabat Ketua di Persit lho he he he he (ngompor-ngompori…)
Salam hangat dari Galaxi
Aduuuh, Pakde bisa aja!
25 Mei 2012 @ 18:47Sebentar ya, saya mau mengumpulkan ‘kekuatan’ dulu…
wah komen diatas linknya salah hi hi hi
Iya Pakde, saya sampe bingung…
25 Mei 2012 @ 18:49Haha … Bunda Irma sampe segitunya. Riza jadi enak ni
remaja yang tua sebelum waktunya kali ya
Weits, bukan gitu Riza, remaja yang bijaksana lebih cepat..kayaknya itu deh istilah yang tepat
25 Mei 2012 @ 23:56Kuncinya adalah : ikhlas.
Namun demikian setiap turun ke gelanggang kehidupan kita harus
1. Meluruskan niat : hidup untuk ibadah.
2. Usaha keras,sungguh-sungguh, jangan terjun bebas tanpa persiapan.
3. Berdoa
4. Hasilnya : tawakal, serahkan diri kepada Allah Swt.
Kemenangan dan kekalahan adalah cobaan.
Jika menang syukuri secara benar dalam hati,lisankan dan dengan tindakan.
Jika kalah ya bersabar, jangan putus asa, jangan mencari kambing hitam dan jangan pula menjadikan Tuhan sebagai tersangka.
Jika sebelum bertanding kita bersalam-salaman sambil meneriakkan yel ” Siap menang-siap kalah”, nah ketika pertandingan selesai ya jabatan tangan lagi. Yang menang jangan arogan, yang kalah jangan bakar-bakaran atau ngajak tawuran.
Hidup manusia sudah dirancang Tuhan. Tetapi karena kita tidak tahu bagaimana rancangan Tuhan itu maka kewajiban kita untuk berusaha dan berdoa.
Panjang temen rek.
Salam hangat dari Galaxi
Pakde, komen ini saya bacakan ke mas Asro…bagus sekali soalnya, matur nuwun sanget nggih…
26 Mei 2012 @ 05:50mba Irmaaaaa…
aku dataaaaang…
kemaren inih inet nya mati 2 hariiiii…
*menderitaaaa*
Oyaaaaa?
26 Mei 2012 @ 17:17Dikirain teh udah ke Koreaaaa…
Entahlah yah mbaaa…
Kalo kekalahan jelas rasanya yah…pahit…
Dan biasanya suka memicu kita untuk lebih kuat lagih…
Tapi kalo kemenangan itu sendiri bentuknya kadang suka agak semu gituh…
dan suka bikin kita rada terlena gituuuuh…hihihi..
Berusaha untuk mengingatkan diri sendiri terus menerus sih mbaaaa….
Tapi itu menurutku lho ya mbaaaa
Soalnya *jujur aja* dulu abis dapet ipad sempet jadi males posting lamaaaa…sampai akhirnya bangkit lagi dengan lebih keren…hihihi…
mba Irma harus ingetin aku terus ya mbaaaa:)
aku udah buka aib disini niiiih…hihihi…
Huuuaaaa…saya suka banget dengan kalimat ’sampai akhirnya bangkit lagi dengan lebih keren…’
26 Mei 2012 @ 17:22Toss dulu ah Ry, sependapat soalnya
Daaaaaan….
makasih udah nge link nama ku disitu yaaaa…
kok bisa mba? udah gak gaptek lagi kaaah?
…hihihi…
ckckck…
kemaren ini abis poto ektp ama poto paspor mba…
Tapi kenapa muka kinclongku mendadak jerawatan yaaah?
*poles poles bedak*
Ups, itu sih kayaknya sindrom mau jalan-jalan ke luar negeri, Ry…sampe disana juga nanti sembuh sendiri…
26 Mei 2012 @ 17:24karena isi adalah kosong
kosong adalah isi
jadi kalah adalah adalah menang
dan menang adalah kalah
sanchaai…sanchaaaii..
*efek mabok abis ujian mb..haha
Hihihi…ujian apa, Intaaan?
26 Mei 2012 @ 23:40Pasti ujian keren yang bisa bikin efek seperti ini…
oh gitu
okay-okay sip
salam kenal dari Bandung
Salam kenal juga, Ardiansyah
27 Mei 2012 @ 09:52Setuju sekali Mbak Irma, bahwa hidup tak dirancang untuk selalu menang. Seperti juga hidup tak dirancang untuk selalu kalah. Kalah-menang datang silih berganti dalam ujud berwarna rupa. Darinya kita tumbuh semakin matang dan memahami apa sih hidup sebetulnya..
Yup, mbak Evi…dari setiap kekalahan kita akan tumbuh dan semakin matang…trima kasih banyak buat komennya, mbak
27 Mei 2012 @ 14:59Hmm.. adem banget bacanya..
Kali ini saya sependapat sama depz mbak. Memang hidup ini seolah-olah tidak dirancang untuk selalu menang. Tapi sebenarnya kita bisa hidup di dunia ini adalah karena kita adalah pemenang.
Memang bukan arti ‘menang’ secara harfiah seperti menang dalam hal perlombaan, kuis, pilkada (lho kok politik, he he) atau apalah. Tapi kemenangan karena sampai saat ini kita bisa bertahan/survive dalam sebuah kehidupan keras di dunia ini.
Lalu bagaimana dengan sebuah kegagalan?
Seperti komen mbak Riza, terkadang kegagalan diperlukan dalam hidup ini. Kegagalan-lah yang memicu kita untuk instropeksi dan kemudian berburu kemenangan yang lain. So, hidup itu memang berisi dengan kemenangan, kemenangan dan kemenangan, jadi nikmatilah hidup ini..
Suryaaaa, komennya lengkap banget biar saya terlambat ngebacanya…sukaaaaa…trima kasih banyak sudah melengkapi tulisan saya, salam buat Dewi
27 Mei 2012 @ 19:18Hmm.. adem banget bacanya..
Kali ini saya sependapat sama depz mbak. Memang hidup ini seolah-olah tidak dirancang untuk selalu menang. Tapi sebenarnya kita bisa hidup di dunia ini adalah karena kita adalah pemenang.
Memang bukan arti ‘menang’ secara harfiah seperti menang dalam hal perlombaan, kuis, pilkada (lho kok politik, he he) atau apalah. Tapi kemenangan karena sampai saat ini kita bisa bertahan/survive dalam sebuah kehidupan keras di dunia ini.
Lalu bagaimana dengan sebuah kegagalan?
Seperti komen mbak Riza, terkadang kegagalan diperlukan dalam hidup ini. Kegagalan-lah yang memicu kita untuk instropeksi dan kemudian berburu kemenangan yang lain. So, hidup itu memang berisi dengan kemenangan, kemenangan dan kemenangan, jadi kita harus selalu menikmati hidup ini..:)
Komen yang diatas masuk spam juga, Surya…maaf ya jadi ngerepotin dan bikin komen dobel…matur nuwun
27 Mei 2012 @ 19:20Kok aku gagal terus komen di postingan ini ya..
Soalnya ada kata Depz di komen Surya, Surya…jadi otomatis masuk spam.
27 Mei 2012 @ 19:49Saya juga bingung kenapa begitu, tapi Depz udah ngerti kok, soalnya hal ini udah berlangsung lama, sekitar 2 tahun gitu
Waduh… ternyata komenku akhirnya muncul dobel..
Sudah kuduga masuk spam, soalnya kalau termoderasi biasanya ada tulisan, “your comment awaiting moderation”.. Ada apa dengan si d**z ya? kok masuk spam??
Sssttt, itu ada sejarahnya, Surya…ceritanya panjang!
28 Mei 2012 @ 12:34setujuuuu banget mbak irmaa…
saya ikutan suka ma quote itu mbak..
setuju banget kalo hidup tak dirancang selalu menang.
setuju banget kalo Alloh pasti akan mengganti setetes air mata yang kita keluarkan dengan sejuta senyum dan tawa bahagia..
loh kog saya nulis ini sambil terharu yah.. hehe.. kya’e saya lagi mellow ni hari ini..
Iya Ilmiy, kayake memang begitu…Ilmiy lagi melow, ketemu kalimat-kalimat melow…pas deh!
28 Mei 2012 @ 19:27Apa kabar, Ilmiy?
Sampe kangen nih dengan kunjungan dan komennya…
Tugas kita ‘hanya’ mencoba ya Bu Ir, kalah atw menang itu mah wewenang Tuhan
Ibu kemana ajaaah?, kangen ih
Iya nih Rin, saya agak ‘terbelakang’ akhir-akhir ini…hihihi
29 Mei 2012 @ 10:31kalo dalam ilmu marketing…ada suatu istilah mengatakan “kita tdk selamanya akan mendapatkan jawaban TIDAK namun suatu saat nanti kita pasti akan mendapatkan jawaban YA!”
bisa disimpulkan sendiri khan mb Bintang
Bisa Bens, artinya ulet itu wajib kalo jualan, siapa tau ada yang berminat
29 Mei 2012 @ 21:38Memang bener mbak,jika hidup adalah perjuangan dan pertempuan, tentu ada yang menang dan kalah, namun kekalahan bukan berarti kita berhenti untuk berjuang untuk melanjutkan hidup, namun bagaimana upaya kita untuk bangkit dan berjuang kembali.
Terima kasih mbak, artikelnya sungguh memotivasi banget
Trima kasih kembali, Bli Budi…komennya juga hangat banget
1 Juni 2012 @ 03:57apakah tulisan ini jd alasan buat saya untuk memaafkan diri jika tidak berhasil mba?
*tanda-tanda orang udh mau pingsan*
moga2 ga ya mba.. saya tetep semangat untuk survive, setuju banget ama jawaban pakde..
Memaafkan diri itu kadang-kadang perlu, Hilsya…selain buat mendinginkan hati, juga buat memotivasi diri agar lebih baik lagi
2 Juni 2012 @ 07:51Setuju sama komen Pakde?
Toss dulu dong…
Waduh ..saya selalu kalah ne..
tapi memang saya gak punya Ambisi seperti kawan lainnya ..yg mau merelakan ? menginjak sesamanya Agar dia bisa mencapai kedudukan ..klo saya Mah terlalu berserah diri ma yg maha kuasa..namun berusaha masih trus di lakukan..dan selalu dengan cara yg baik..hasilnya LILLAHITA’ALA..
terima kasih ….
Trima kasih sudah berbagi pendapat, Edi
4 Juni 2012 @ 23:23lama nggak baca postingan Bu Ir….aku nyimak aja deh
Wah, wah…tersanjung nih tulisan saya disimak sama Dyah…
13 Juni 2012 @ 21:23Apa kabar, Dyah?
Sehat-sehat kan?
Kuangeeen…
tapi memang saya gak punya Ambisi seperti kawan lainnya ..yg mau merelakan ?
Kalimatnya kok kayak belum selesai ya?
27 Juni 2012 @ 16:56