a journey of my life…

Ini dia kata-kata penyemangat yang saya suka.

Mungkin karena sering dalam kondisi ‘merasa kalah’ dan biasanya langsung menyerah, saya jadi punya keterikatan emosional dengan kalimat-kalimat motivasi.

Salah satu contohnya adalah kalimat ini.

Kalimat sederhana yang sanggup membuat saya tersenyum dan berulang kali menganggukkan kepala. Yup, betul!

Kita memang tidak diciptakan buat selalu menang. Kadang malah harus kalah telak. Artinya, keberhasilan atau kegagalan itu bisa datang silih berganti atau justru tiba bersama tanpa ada jeda.

Setelah tawa, biasanya akan ada air mata. Begitu juga sebaliknya. Tak ada tawa yang abadi, mustahil juga ada duka yang tak berganti.

Seringkali kita lupa, bahwa kemenangan-kemenangan yang sudah kita raih itu tidak berlaku selamanya. Akan ada saat dimana kita harus terjatuh agar lebih kuat, harus terjerembab agar lebih waspada, atau bahkan harus tersungkur sejenak agar lebih bijaksana.

Menang dan kalah sesungguhnya seimbang.

Bahkan bisa jadi kemenangan yang kita rasakan jauh lebih banyak daripada kekalahan yang sudah kita dapatkan. Sayang kita mudah lupa dengan beragam kemenangan yang sudah kita terima, dan hanya ingat dengan rangkaian kekalahan yang sudah kita lalui.

Bagaimana cara menghitungnya?

Tidak sulit kok.

Kita hanya perlu berhenti sejenak sambil menengok ke belakang agar semua keberuntungan bisa tampak sebagai berkah, bukan sekedar kebetulan. Kita juga harus terus meyakinkan diri bahwa apapun yang kita terima hari ini adalah hasil dari kerja keras dan kebaikan yang sudah kita tanam di masa lalu.

Kehidupan memang tak dirancang untuk selalu menang.

Jadi, nikmatilah setiap kekalahan layaknya seorang pemenang. Dengan lapang hati. Dengan banyak introspeksi. Serta dengan sebuah keyakinan bahwa kemenangan itu kelak akan datang lagi.

Catatan : Tulisan ini didedikasikan buat Erry dan Depz yang sedang merayakan banyak kemenangan. Selamat ya Ry, Depz, kita semua ikut seneng dan bangga… :D


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Mei 24th, 2012 at 11:18


56 Responses to “Kehidupan tak dirancang untuk selalu menang”
  1. 1
      depz Says:

    yayyyy…. buat erryy selamat :D

    Heehehe…buat Depz juga kok, baru aja ditambahin :D

  2. 2
      depz Says:

    btw, kali ini saya mau ngga setuju ah mbak
    sekali2 ngga setuju gpp kan? :P
    kehidupan dirancang untuk selalu menang
    hanya saja waktu menangnya itu kita ngga tau, bentuk menangnya dalam hal apa dll

    misal dalam sebuah lomba
    kita anggap ga menang, krn ga bawa hadiah/piala
    padahal di kesempatan berikutnya kita bisa jadi pemenang, or at least dengan berintrospeksi dan memperbaiki diri atau bahkan menerima kekalahan bisa jadi membuat kita menjadi pemenang. pemenang atas ego kita sendiri

    eh ngaco ga sih jawaban saya? hehehe

    Ah, nggak Depz, berbeda itu boleh dan kadang-kadang malah indah ;)
    Thanks buat komennya yang melihat kemenangan dari sudut pandang berbeda, dan semoga kemenangan-kemenangan lain akan datang menghampiri kita di saat yang tepat kelak…

  3. 3
      Yunda Hamasah Says:

    Kita hanya perlu berhenti sejenak sambil menengok ke belakang agar semua keberuntungan bisa tampak sebagai berkah, setuju sangat Mbak :)

    Sesungguhnya ketika kita merasakan segalanya dalam keberkahan, rasa kalah itu manis saja, sebab memang ia adalah sebentuk kemenangan yang tertunda, hmmm… sok bijak Mbak, hehe ^^

    Memang bijak betulan, Yunda…kalau kita memandang kekalahan sebagai sesuatu yang manis, pasti kita juga tidak akan sibuk mencari kesalahan sebagai kambing hitam :D

  4. 4
      depz Says:

    hat trick ah… abis kangen ngobrol d blog ini.. hihihi

    Hihihihi…iya Depz, saya juga kangen buat bertukar komen seru dengan Depz…kapan-kapan kalo ke Surabaya, mampir ya!

  5. 5
      future Says:

    Saya setuju dengan opini Mba Irma, bahwa apa yang dideskripsikan dalam postingan Mba ini bertujuan untuk menyeimbangkan keselarasan hati saat menyikapi kemenangan dan kekalahan tersebut, bukan maksud membuat diri butuh akan rasa ‘kalah’
    Kita harus ingat bahwa sekeras apapun kita berusaha, seoptimal apapun kita melakukan totalitas dalam mengerjakan sesuatu atau berpartisipasi dalam satu kegiatan atau proyek, boleh saja kita berharap ‘menang’ atau lebih tepatnya ‘to be the best’ dibalik semua itu ada yang Maha Menentukan dan Maha pemberi keputusan, biarpun kita sudah melakukan totalitas, jika dianggap masih belum layak menang ya itulah yang terjadi.
    Dan dalam menyikapi hal ini jelas harus lapang dada dan ambil hikmahnya. Dan hal ini adalah kemenangan hakiki.

    Maaf nih Mba Ir, agak panjang hehehe…..dan menyikapi suatu kemenangan, kita harus berusaha tetap balance dalam mengelola perasaan juga menyisihkan hasil kemenangan tersebut bagi orang yang membutuhkan agar suatu saat dimana kita ‘kalah’ atau roda sedang berada dibawah tetap merasa menang karena telah berbagi kebahagiaan atas kemenangan-kemenangan yang telah kita peroleh sebelumnya. :)

    Artikel Mba Irma ini balance dan Top Markotop! :D

    Hohohoho…mbak Anny ini bisaaaa aja!
    Karena sering kalah dan kadang-kadang menang *atau justru kebalik ya* itulah saya jadi tertarik buat bikin tulisan ini, mbak…udah agak lama disimpan di draft sebetulnya, tapi baru tergerak buat dipublish sekarang…
    :D

  6. 6
      anny Says:

    Ya ampun Mba Irma, saya tadi lagi login pakai akun yg satunya hehehe ID Future itu punya saya :D

    Iya mbak, hehe…kan ada fotonyaaaa ;)

  7. 7
      prih Says:

    Trimakasih pencerahannya jeng Ir. Dengan berpikir keseimbangan emosi lebih bisa ditata ya.
    …. nikmatilah setiap kekalahan layaknya seorang pemenang…. (ijin kantongin dalam hati ya, maturnuwun jeng

    Nggih mbak Prih, matur nuwun sudah membaca postingan saya, ehm… makasih juga sudah ninggalin komen… :D

  8. 8
      rosimaulina Says:

    ‘nikmatilah setiap kekalahan layaknya seorang pemenang’
    Suka banget kata-kata ini. Menunjukkan kebesaran hati yang dewasa

    Trima kasih Rosi, salam kenal ya :)

  9. 9
      mechta Says:

    Sebagaimana kata orang bijak : hanya mereka yg pernah merasakan kekalahan akan merasakan manisnya kemenangan… begitu ya mbak… :)
    Eh selamat juga utk tulisan yg masuk post pilihan hari ini ya mbak…

    Iya Mechta, bener banget!
    Kita merasa hidup itu indah kalau pernah susah, jadi bisa ngebandingin kan?
    ;)
    Masuk post pilihan?
    Ah, trima kasih juga buat admin blogdetik deh…
    :D

  10. 10
      Awan Says:

    Tulisannya menarik sekali Bunda,
    saya suka dengan kata-kata ini:
    “Setelah tawa, biasanya akan ada air mata. Begitu juga sebaliknya. Tak ada tawa yang abadi, mustahil juga ada duka yang tak berganti”

    Mengingatkan kita untuk menyikapi hidup dengan bijak :)

    #Ini kunjungan perdana saya kayanya, Salam kenal Bunda Irma :) #

    Awan…halo!
    Salam kenal juga…seneng banget dikunjungi dan ditinggalin komen sama Awan, thanks ya, thanks juga buat apresiasinya :D

  11. 11
      han Says:

    Roda memang slalu berputar, kadang ada di kiri, kadang ada di kanan, kadang ada di bawah dan kadang di atas. Malah kadang roda bocor lama gak ditambal, maka akan lama yang berada di bawah

    Yup, betul sekali Han, semua berputar…semua berubah… :)

  12. 12

    kenapa si tiap saya blog walking pas banget sama keadaan saya sekarng,,memang manusia tidak dirancang untuk seklalu menang,,tapi saat terjatuh itu butuh bimbingan agar bisa bangkit..

    Selain bimbingan, yang harus diupayakan adalah semangat dari diri sendiri yang harus ditimbulkan…smoga keadaanya segera berubah menjadi lebih baik :)

  13. 13
      Dani Says:

    Mba Irma,

    As usual, postingannya selalu bikin adem.
    Selamat buat Teh Erry dan mas Depz..

    Semoga semakin banyak menginspirasi orang. :)

    Dani, thanks apresiasinya, komen Dani juga selalu menyenangkan buat saya :)

  14. 14
      baju batik Says:

    nice post.. artikel yang bermanfaat.. salam sukses

    Trima kasih ya… :)

  15. 15
      Dani Says:

    Seperti biasa Mba Irma,

    postingannya selalu adem dan bikin ayem. :)
    Semoga selalu dan semakin banyak menginspirasi teman-teman untuk rajin ngeblog. :)

    Selamat buat Teh Erry dan Mas Depz. :)

    Wah, dua kali Dan, yang tadi masuk spam soalnya :(

  16. 16

    betul mbak, kalo kita mau menghitung nikmat tuhan niscaya kita ngga bisa menghitungnya karena banyak banget, semua yang kita alami pasti ada hikmahnya..
    salam kenal :)

    Salam kenal juga Rahmi, nikmat Tuhan buat kita memang luar biasa…makasih banyak buat komennya :)

  17. 17
      Nara Says:

    iya, selalu ada dua sisi dalam kehidupan ini. Ada yang menang, maka ada yang kalah. Jika tak ada yang kalah, maka mana mungkin ada pemenang?

    Yup, menang dan kalah itu seperti dua sisi mata uang Nara, semua orang pasti pernah merasakan kemenangan dan kekalahan…
    :)

  18. 18
      indra hutapea Says:

    yupz saya juga sangat senang punya sahabat seperti depz.. selamat yaa bro n God always bless ur life

    Bener banget Indra, biarpun baru ketemu sekali, saya yakin Depz itu orang yang menyenangkan…*bisik-bisik sambil lirik Depz*
    ;)

    Indra, pagi ini saya ninggalin komen di blog Indra tapi nggak bisa melulu, captchanya salah terus biarpun udah diganti berkali-kali…

  19. 19
      diandrarafi Says:

    mbak Irmaaaaa……
    apa kabar…?
    kangen lho udah lama gak dikunjungi mbak irma
    hehehe….
    hari selasa kmrn aq ke Garut
    andaikan mbak irma masih disana….

    Ya ampun Diandraaaa, kenapa ke Garutnya kok harus nunggu saya pindah dulu?
    Kecewaaaa :(

    Diandra, saya ninggalin komen di blog Diandra kok nggak bisa ya?
    Captcha-nya gagal terus biarpun udah dicoba berkali-kali…

  20. 20
      diandrarafi Says:

    setujuuu…..
    kalau hrs menghitung
    memang Allah itu lebih banyak memberi qta kemenangan dan kebahagiaan ya…?
    tinggal qta yg harus mensyukurinya….

    selamat untuk erry dan depz

    Setuju Diandra, berkah yang sudah kita dapatkan pasti sudah luar biasa banyaknya, hanya kadang kita lebih suka untuk fokus pada kekurangan dan kesedihan…
    *kayaknya ini mah saya…*
    :P

  21. 21
      indrahutapea Says:

    inspiratif mbak tulisannya, disaat kt menggangap diri kita kalah dlm hidup tp hrs yakin pst kemenangan itu akan dateng..oya depz itu sahabat saya jg saya bangga punya sahabat seperti dia yg selalu optimis dlm hidup

    Betul Indra, semangat dan optimisme Depz dalam menghadapi hidup selalu tercermin dalam posting dan foto-fotonya…gembiraaaa terus, salut juga buat Depz!
    :D

  22. 22
      Choky Says:

    Menang dan kalah sesungguhnya seimbang….
    Aku suka dengan kalimat itu, bahwa sesungguhnya menang dan kalah adalah dua bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan….

    Iya Chocky, timbangan untuk bisa merasa seimbang itu yang kadang sulit buat diterapkan kalau kita hanya fokus pada ‘kekalahan’…
    Trima kasih komennya :)

  23. 23
      Rasito Says:

    Kita akan merasakan nikmatnya kenyang setelah tahu bagimana rasanya lapar, demikian juga kita akan merasakan betapa nikmatnya kemenangan setelah merasakan betapa pahitnya kegagalan (Kompunetinfo)

    Sependapat Rasito, kita juga akan merasa bahagia kalau pernah merasakan duka…

  24. 24
      pink Says:

    terima kasih bunda irma………baca judulnya pun aku sudah suka.itulah hidup bagaimana kita bs menyikapinya dengan cerdas untuk smua keadaan ……salam kenal

    Salam kenal juga Pink, saya baru berkunjung kesana…postingnya juga keren lo, sukses terus ya!
    :)

  25. 25
      riza Says:

    Nice post, Bunda :)
    Kalau menurut saya, segalanya tergantung mindset berpikir dan bagaimana kita memberi arti untuk setiap proses yang kita jalani. Saya percaya bahwa kegagalan adalah kemenangan menemukan cara yang salah untuk menang :) Kadang saya merasa bahwa kegagalan itu diperlukan oleh hidup. Sebab tidak mendapatkan kemenangan seringkali membuat kita bisa lebih tenang, lebih jujur mengevaluasi diri, dan akhirnya lebih kuat dari sebelumnya :)

    *hayyah! kepanjangan*

    Haiiiyaaah nggak apa-apa…
    Tau nggak Riz, komen Riza selalu membuat saya takjub, kalimat-kalimatnya itu lo, duh…nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata deh, apalagi ditulis sama remaja seusia Riza…keren banget ;)

  26. 26

    bener banget, kita harus mempersiapkan untuk kalah juga

    Saya sependapat :)

  27. 27
      yuniarinukti Says:

    Postingan yang menyadarkan saya Mbak.
    Jujur saja sebenarnya saya ini juga sering (banget) merasa iri bila ada teman berhasil mendapatkan sesuatu, disaat hati panas karena iri itu saya mencoba untuk melihat disekitar saya, bahwa saya masih banyak mendapat keberuntungan dibanding mereka.. berupaya keras untuk menutup mata sambil dalam hati mengucapkan selamat, bahasanya sih diikhlas-ikhlasin lah mesti dalam hati masih tidak ikhlas hihi..

    Hohoho…saya malah sebaliknya Yun, karena tidak punya rasa bersaing itulah saya malah jadi pribadi yang lempeng banget…ngegemesin juga kan kalo kayak gini?
    :)

  28. 28
      yuniarinukti Says:

    Buat MBak Erry dan Depz saya ucapkan selamat ya.. kalian memang orang-orang yang sedang beruntung.. ucapan selamat saya ini ikhlas lho ya, karena memang usaha kalian tidak main-main walau-walau sebenarnya ada sedikit rasa gimanaaa.. gitu, tapi kalian memang pantas menerimanya.. hihi

    Rasa gimanaaaa itu yang kayak apa to rasanya, Yuuuun?
    :P

  29. 29
      nchie Says:

    Haduuhh..dari kemaren komenku ga muncul Mba..
    Ga bisa komen coba..hiks..

    Sama Nchie, saya juga beberapa kali komen di blog temen nggak bisa karena captcha yang salah melulu :(

  30. 30
      nchie Says:

    Horeee…bisa komen..
    ahh pokoknya setuju pisan sam tulisan di atas..
    selamat buat Depz dan erry..
    smangat..!!

    Yup, Nchie…terus semangat!

  31. 31
      nchie Says:

    tuuh kan ngilang lagii komennya Mbaaa…
    toloongg..*apa nchie belom mandi kale ya*

    Hehehehehe…itu mah nggak ada hubungannya, Nchie…soalnya saya juga sekarang belum mandiiii :P

  32. 32
      nchie Says:

    Aku tuh paling seneng kalo lihat temen2 yang mendapatkan kemenangan,..
    support pisan..ikut bangga, buat erry ,kereen..!!
    Depz..selamat..

    Dan aku termasuk pribadi yang lempeng juga kalo ikut kontes, menang ga menang yang penting hepi hihihi..

    Wah, sama dong!
    Saya juga selalu seneng kalo ada temen-temen yang berprestasi atau lagi ketiban rezeki…nebeng bangga gitu ;)

  33. 33
      nchie Says:

    Tuuh kan komen yang bener dan serius nya kok ngilang..
    ada apa dengan blogdetik..

    Hush…yang salah kayaknya bukan blogdetik deh, Nchie…tapi saya :P

  34. 34
      Monda Says:

    he..he..telat, ternyata udah posting
    baca artikel Dan komen para sahabat di atas aku jadi nggak tau mau komen apalagi ini

    ya, menang harus bersyukur, kalahpun patut bersyukur juga, itu jadi pengingat agar kita nggak pongah
    Tfs kata2 motivasinya mbak

    Sama-sama mbak Monda, thanks juga buat kunjungannya ya, kangeeeeen…

  35. 35

    Saya juga tak selalu menang jika ikut kontes, tapi tetap saja senang.
    Menang kalah disyukuri saja jeng.

    Hayooooo kok gak ikut Kontes Unggulan Indonesia Bangkit di BlogCamp.
    Pasti bilang ” Nggak pede,Pakde ”
    Topik kontes kali ini kayaknya pas banget bagi mereka yang pernah atau akan menjabat Ketua di Persit lho he he he he (ngompor-ngompori…)

    Salam hangat dari Galaxi

    Aduuuh, Pakde bisa aja!
    Sebentar ya, saya mau mengumpulkan ‘kekuatan’ dulu…
    :D

  36. 36

    wah komen diatas linknya salah hi hi hi

    Iya Pakde, saya sampe bingung… :(

  37. 37
      riza Says:

    Haha … Bunda Irma sampe segitunya. Riza jadi enak ni :P
    remaja yang tua sebelum waktunya kali ya :mrgreen:

    Weits, bukan gitu Riza, remaja yang bijaksana lebih cepat..kayaknya itu deh istilah yang tepat ;)

  38. 38
      Pakde Cholik Says:

    Kuncinya adalah : ikhlas.
    Namun demikian setiap turun ke gelanggang kehidupan kita harus
    1. Meluruskan niat : hidup untuk ibadah.
    2. Usaha keras,sungguh-sungguh, jangan terjun bebas tanpa persiapan.
    3. Berdoa
    4. Hasilnya : tawakal, serahkan diri kepada Allah Swt.

    Kemenangan dan kekalahan adalah cobaan.
    Jika menang syukuri secara benar dalam hati,lisankan dan dengan tindakan.
    Jika kalah ya bersabar, jangan putus asa, jangan mencari kambing hitam dan jangan pula menjadikan Tuhan sebagai tersangka.

    Jika sebelum bertanding kita bersalam-salaman sambil meneriakkan yel ” Siap menang-siap kalah”, nah ketika pertandingan selesai ya jabatan tangan lagi. Yang menang jangan arogan, yang kalah jangan bakar-bakaran atau ngajak tawuran.

    Hidup manusia sudah dirancang Tuhan. Tetapi karena kita tidak tahu bagaimana rancangan Tuhan itu maka kewajiban kita untuk berusaha dan berdoa.

    Panjang temen rek.

    Salam hangat dari Galaxi

    Pakde, komen ini saya bacakan ke mas Asro…bagus sekali soalnya, matur nuwun sanget nggih…
    :)

  39. 39
      Bibi Titi Teliti Says:

    mba Irmaaaaa…
    aku dataaaaang…
    kemaren inih inet nya mati 2 hariiiii…
    *menderitaaaa*

    Oyaaaaa?
    Dikirain teh udah ke Koreaaaa…
    :P

  40. 40
      Bibi Titi Teliti Says:

    Entahlah yah mbaaa…
    Kalo kekalahan jelas rasanya yah…pahit…
    Dan biasanya suka memicu kita untuk lebih kuat lagih…

    Tapi kalo kemenangan itu sendiri bentuknya kadang suka agak semu gituh…
    dan suka bikin kita rada terlena gituuuuh…hihihi..
    Berusaha untuk mengingatkan diri sendiri terus menerus sih mbaaaa….

    Tapi itu menurutku lho ya mbaaaa :)
    Soalnya *jujur aja* dulu abis dapet ipad sempet jadi males posting lamaaaa…sampai akhirnya bangkit lagi dengan lebih keren…hihihi…

    mba Irma harus ingetin aku terus ya mbaaaa:)
    aku udah buka aib disini niiiih…hihihi…

    Huuuaaaa…saya suka banget dengan kalimat ’sampai akhirnya bangkit lagi dengan lebih keren…’
    Toss dulu ah Ry, sependapat soalnya :D

  41. 41
      Bibi Titi Teliti Says:

    Daaaaaan….
    makasih udah nge link nama ku disitu yaaaa…
    kok bisa mba? udah gak gaptek lagi kaaah?
    …hihihi…

    ckckck…
    kemaren ini abis poto ektp ama poto paspor mba…
    Tapi kenapa muka kinclongku mendadak jerawatan yaaah?
    *poles poles bedak*

    Ups, itu sih kayaknya sindrom mau jalan-jalan ke luar negeri, Ry…sampe disana juga nanti sembuh sendiri… :P

  42. 42
      intan rawit Says:

    karena isi adalah kosong
    kosong adalah isi

    jadi kalah adalah adalah menang
    dan menang adalah kalah

    sanchaai…sanchaaaii..

    *efek mabok abis ujian mb..haha

    Hihihi…ujian apa, Intaaan?
    Pasti ujian keren yang bisa bikin efek seperti ini…
    :D

  43. 43

    oh gitu
    okay-okay sip :)
    salam kenal dari Bandung

    Salam kenal juga, Ardiansyah :)

  44. 44

    Setuju sekali Mbak Irma, bahwa hidup tak dirancang untuk selalu menang. Seperti juga hidup tak dirancang untuk selalu kalah. Kalah-menang datang silih berganti dalam ujud berwarna rupa. Darinya kita tumbuh semakin matang dan memahami apa sih hidup sebetulnya..

    Yup, mbak Evi…dari setiap kekalahan kita akan tumbuh dan semakin matang…trima kasih banyak buat komennya, mbak :)

  45. 45
      Surya Says:

    Hmm.. adem banget bacanya.. :)

    Kali ini saya sependapat sama depz mbak. Memang hidup ini seolah-olah tidak dirancang untuk selalu menang. Tapi sebenarnya kita bisa hidup di dunia ini adalah karena kita adalah pemenang.

    Memang bukan arti ‘menang’ secara harfiah seperti menang dalam hal perlombaan, kuis, pilkada (lho kok politik, he he) atau apalah. Tapi kemenangan karena sampai saat ini kita bisa bertahan/survive dalam sebuah kehidupan keras di dunia ini.

    Lalu bagaimana dengan sebuah kegagalan?
    Seperti komen mbak Riza, terkadang kegagalan diperlukan dalam hidup ini. Kegagalan-lah yang memicu kita untuk instropeksi dan kemudian berburu kemenangan yang lain. So, hidup itu memang berisi dengan kemenangan, kemenangan dan kemenangan, jadi nikmatilah hidup ini.. :)

    Suryaaaa, komennya lengkap banget biar saya terlambat ngebacanya…sukaaaaa…trima kasih banyak sudah melengkapi tulisan saya, salam buat Dewi :D

  46. 46
      Surya Says:

    Hmm.. adem banget bacanya.. :)

    Kali ini saya sependapat sama depz mbak. Memang hidup ini seolah-olah tidak dirancang untuk selalu menang. Tapi sebenarnya kita bisa hidup di dunia ini adalah karena kita adalah pemenang.

    Memang bukan arti ‘menang’ secara harfiah seperti menang dalam hal perlombaan, kuis, pilkada (lho kok politik, he he) atau apalah. Tapi kemenangan karena sampai saat ini kita bisa bertahan/survive dalam sebuah kehidupan keras di dunia ini.

    Lalu bagaimana dengan sebuah kegagalan?
    Seperti komen mbak Riza, terkadang kegagalan diperlukan dalam hidup ini. Kegagalan-lah yang memicu kita untuk instropeksi dan kemudian berburu kemenangan yang lain. So, hidup itu memang berisi dengan kemenangan, kemenangan dan kemenangan, jadi kita harus selalu menikmati hidup ini..:)

    Komen yang diatas masuk spam juga, Surya…maaf ya jadi ngerepotin dan bikin komen dobel…matur nuwun :)

  47. 47
      Surya Says:

    Kok aku gagal terus komen di postingan ini ya.. :(

    Soalnya ada kata Depz di komen Surya, Surya…jadi otomatis masuk spam.
    Saya juga bingung kenapa begitu, tapi Depz udah ngerti kok, soalnya hal ini udah berlangsung lama, sekitar 2 tahun gitu ;)

  48. 48
      Surya Says:

    Waduh… ternyata komenku akhirnya muncul dobel.. :)
    Sudah kuduga masuk spam, soalnya kalau termoderasi biasanya ada tulisan, “your comment awaiting moderation”.. Ada apa dengan si d**z ya? kok masuk spam?? :)

    Sssttt, itu ada sejarahnya, Surya…ceritanya panjang!
    ;)

  49. 49
      ilmiy Says:

    setujuuuu banget mbak irmaa…
    saya ikutan suka ma quote itu mbak..
    setuju banget kalo hidup tak dirancang selalu menang.
    setuju banget kalo Alloh pasti akan mengganti setetes air mata yang kita keluarkan dengan sejuta senyum dan tawa bahagia..
    loh kog saya nulis ini sambil terharu yah.. hehe.. kya’e saya lagi mellow ni hari ini.. :D

    Iya Ilmiy, kayake memang begitu…Ilmiy lagi melow, ketemu kalimat-kalimat melow…pas deh!
    Apa kabar, Ilmiy?
    Sampe kangen nih dengan kunjungan dan komennya…
    :D

  50. 50
      Orin Says:

    Tugas kita ‘hanya’ mencoba ya Bu Ir, kalah atw menang itu mah wewenang Tuhan :)

    Ibu kemana ajaaah?, kangen ih ;)

    Iya nih Rin, saya agak ‘terbelakang’ akhir-akhir ini…hihihi :P

  51. 51
      bensdoing Says:

    kalo dalam ilmu marketing…ada suatu istilah mengatakan “kita tdk selamanya akan mendapatkan jawaban TIDAK namun suatu saat nanti kita pasti akan mendapatkan jawaban YA!”

    bisa disimpulkan sendiri khan mb Bintang :)

    Bisa Bens, artinya ulet itu wajib kalo jualan, siapa tau ada yang berminat ;)

  52. 52
      Budi Arnaya Says:

    Memang bener mbak,jika hidup adalah perjuangan dan pertempuan, tentu ada yang menang dan kalah, namun kekalahan bukan berarti kita berhenti untuk berjuang untuk melanjutkan hidup, namun bagaimana upaya kita untuk bangkit dan berjuang kembali.

    Terima kasih mbak, artikelnya sungguh memotivasi banget

    Trima kasih kembali, Bli Budi…komennya juga hangat banget :)

  53. 53
      hilsya Says:

    apakah tulisan ini jd alasan buat saya untuk memaafkan diri jika tidak berhasil mba?
    *tanda-tanda orang udh mau pingsan*

    moga2 ga ya mba.. saya tetep semangat untuk survive, setuju banget ama jawaban pakde..

    Memaafkan diri itu kadang-kadang perlu, Hilsya…selain buat mendinginkan hati, juga buat memotivasi diri agar lebih baik lagi :)
    Setuju sama komen Pakde?
    Toss dulu dong…
    :D

  54. 54
      edi santoso.. Says:

    Waduh ..saya selalu kalah ne..
    tapi memang saya gak punya Ambisi seperti kawan lainnya ..yg mau merelakan ? menginjak sesamanya Agar dia bisa mencapai kedudukan ..klo saya Mah terlalu berserah diri ma yg maha kuasa..namun berusaha masih trus di lakukan..dan selalu dengan cara yg baik..hasilnya LILLAHITA’ALA..
    terima kasih ….

    Trima kasih sudah berbagi pendapat, Edi :)

  55. 55
      dyah(mama Rani) Says:

    lama nggak baca postingan Bu Ir….aku nyimak aja deh

    Wah, wah…tersanjung nih tulisan saya disimak sama Dyah… :D
    Apa kabar, Dyah?
    Sehat-sehat kan?
    Kuangeeen…

  56. 56

    tapi memang saya gak punya Ambisi seperti kawan lainnya ..yg mau merelakan ?

    Kalimatnya kok kayak belum selesai ya?
    :(