Lalu Risa bagaimana?
Tetap kost di Bandung, tentu saja…
Banyak orang menganggap pilihan ini aneh. Bahkan tak jarang mengundang tanda tanya besar kenapa kami sekarang tinggal tinggal di kota yang berbeda. Sudah berkali-kali pula saya ditanya, kenapa saya tidak memilih tinggal di Bandung saja menemani Risa atau tinggal satu mess dengan mas Budi di Jakarta.
Jawabannya tetap sama. Ini adalah kesempatan yang berharga. Kesempatan bagi kami untuk melakukan hal-hal yang tidak sama.
Dalam hal ini kami sudah sepakat untuk melakukan tugas dan tanggung jawab berbeda. Suami mengikuti pendidikan lemhannas di Jakarta selama 6 bulan ke depan. Risa sedang mengolah data-data yang diambil di Karaha untuk penyusunan skripsinya. Sedangkan saya kebagian tugas untuk membenahi rumah kami di Surabaya yang protes berat karena bertahun-tahun ditinggal pemiliknya.
Atap yang bocor, dinding yang retak-retak, taman yang tidak terurus, perabotan yang kusam karena tidak ada sentuhan adalah bagian dari tugas yang harus saya lakukan.
Bukan lebih mendahulukan barang-barang duniawi sebetulnya, tapi memang ini adalah kesempatan langka bagi saya untuk memberikan sentuhan langsung bagi rumah yang Insya Allah akan menjadi rumah masa tua saya dan suami. Apalagi ini juga satu-satunya rumah yang kami punya.
Tanggal 8 April 2012 yang lalu, suami sudah melaksanakan serah terima jabatan di Makodam III/Siliwangi. Sejak tanggal itu pulalah kami bertiga meninggalkan rumah dinas jabatan yang selama ini kami tempati di kota Garut. Rumah yang meninggalkan banyak kenangan. Rumah yang menggoreskan banyak cerita tentang pentingnya sebuah kedewasaan.
Kalau mau jujur, itu adalah salah satu perpisahan terberat yang saya alami dengan ibu-ibu pengurus organisasi dimana selama 2 tahun 8 hari saya dipercaya menjadi seorang ketua. Entah susah berapa kali kami bertangisan, berpelukan atau sekedar saling menghibur bahwa suatu saat nanti kita pasti bertemu kembali.
Lebih tepat kalau itu adalah sebuah harapan. Satu keinginan dimana mungkin kelak kami bisa bertemu dan bekerja sama kembali untuk memajukan organisasi sekaligus bersilaturahmi. Di lingkungan tentara hanya surat perintah suami itulah yang bisa mempertemukan kami, para isteri pendamping suami, di sebuah tempat tugas baru.
Selain harus menata hati karena berpisah dengan mereka, saya juga harus membereskan dan memilah barang-barang pribadi yang akan dibawa ke tiga kota berbeda yaitu ke Jakarta, Bandung dan Surabaya.
Repotnya jangan ditanya.
Apalagi acara serah terima jabatan bagi seorang ketua Persit Kartika Chandra Kirana di tingkat apapun harus dilakukan dengan tertib dan formal sesuai juklak dan jukminu. Pembuatan laporan umum, verifikasi keuangan, rapat paripurna sampai dengan acara serah terima jabatan itu sendiri adalah rangkaian kegiatan yang harus saya lakukan.
Bukan mengada-ada, tapi ini adalah salah satu bentuk tanggung jawab serta transparansi tugas yang bisa dilihat dan dicermati semua orang sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi ketua yang akan datang.
Sekarang semua itu sudah berlalu.
Kegiatan saya saat ini adalah menjadi ibu rumah tangga murni. Membenahi ini dan itu, mencurahkan waktu lebih banyak bagi keluarga dan orang-orang yang saya sayangi, sekaligus bersilaturahmi kembali dengan teman-teman di dunia maya yang sering membuat saya terharu karena perhatian dan kehangatannya yang luar biasa…
Terima kasih banyak ya!

Welcome home di Surabaya mbak…
Selamat berbenah rumah ya..
Akan menjadi pekerjaan yang paling berat sekaligus menyenangkan ..
Alamatnya mbak irma kirim ke emailku ya
Wah, enengnya baca komen Surya lagi!
24 April 2012 @ 10:07Tengkyu buat supportnya…sip, sip, alamatnya nanti saya kirim lewat inbox atau email ya…harus tak coba dulu soalnya, mana yang lebih gampang buat saya
yaaaaaaaaaa, belum sempet ke Garut, mbak Irmanya udah di Surabaya.
Gpp deh, siapa tahu kita ketemunya malah di Jakarta .. *lho .. heheh
Meski berjauhan, tetap kompak kan mbak …
Iya Dey, saya juga kecewa nih nggak semept dikunjungin Dey dan teman-teman.
24 April 2012 @ 10:31Tapi mudah-mudahan kita nanti bisa ketemu di tempat yang lebih menyenangkan, di Surabaya, misalnya…*loooooo*
wah, asyik dung, klo ke Surabaya jadi ada tempat menginap gratis hiihhihi … kan gak kesampaian ngerepotin mbak Irma di Garut hahaha …
berpisah 6 bulan? hmm … lama juga tuh, tapi kan jarak Sby - Jkt dekatlah, naik pesawat pun cuma 1jam saja. Kapanpun kangen, tinggal terbang heheheh Begitu juga klo ke Bandung, justru di tengah ya? Risa bisa sowan kapan saja, tinggal ibu bapak sediakan uang buat beli tiket hehehe
kabarin ya mba klo udah kelar beberes rumah Surabaya, agar kami datang dan merepotkanmu hahaha
Huuuuaaaa…doakan banyak rezeki ya niQue, biar kita bisa bolak-balik Jakarta-Bandung dan Surabaya…
24 April 2012 @ 10:48Mau datang ke Surabaya?
Boleh banget, tapi tunggu ya, saya lagi benah-benah sedikit biar kalo niQue datang rumahnya sudah jauh lebih nyaman…hehe
Kirim email bisa mbak, inbox di Facebook bisa…
Kalau rumahku skrg daerah keputih mbak…
Yaaa, kalau ke ngagel gak jauh lah.. setiap berangkat ke kantor pasti lewat ngagel kok mbak..
Idiiih, saya tinggal di Semolowaru Praja, Surya…bukan di Ngagel, kalo yang tinggal di Ngagel itu ibu saya…hehe, jangan-jangan kalo Surya mau ke kantor selalu lewat depan rumah saya…itu tuh, jalan yang disebelahnya kampus Untag itu…jalan yang ada portalnya
24 April 2012 @ 11:25mbaaaaa…..
udah lama gak say hello kangen niih…
*cipika cipiki*
yaaa…..aq belum sempet ketemu mbak Irma udah keburu pindah dari Garut deeehh….
Iya Diandra, pas sore itu saya datang ke rumah Erry, Diandranya lagi jemput suami…eh, kapan-kapan boleh lo Diandra dan keluarga main ke Surabaya, kita nikmati panasnya kota ini sama-sama…hihihi
24 April 2012 @ 12:13Mbak Irmaa….
gimana kabarnya..
Sudah di Surabaya ya Mbak?
Pasti lagi repot dong sekarang..
Hoho, iya Yun, lumayan repot atau repot banget ya…yang pasti, saya lagi adaptasi lagi dengan semua yang saya jalani sekarang. Yang paling susah itu adaptasi dengan panasnya kota Surabaya Yun, saya belum terbiasa dengan keringat yang hampir setiap saat mengalir kecuali kalo kita sedang ada di ruangan ber-AC…
24 April 2012 @ 12:19Setuju sama Mas Surya, saya juga mau dong minta alamatnya Mbak..
Eh klo kami datang kesana rame-rame sekalian kopdar boleh nggak mbak?
Kapan lagi bisa kopdar lintas kota hehe..
Wah, boleh banget!
24 April 2012 @ 12:25Saya juga udah penasaran nih dengan teman-teman yang ada di Surabaya.
Soalnya yang pernah ketemu cuman Yuni doang…
Pantesan mbakku ini jarang muncul heee sukses ya mbak…
Selanjutnya komentar di artikel yang lama, Jika sama..karakter saya tidak jauh beda dengan mas Budinya jadi dimaklumi mbak heeeeee, kedap-kedip
Oia..Artikel ini memberikan inspirasi cerpenku mbak heeee…gimana kalau judulnya enam purnama? heeeeeee semoga bisa bikinnya
Salam hangat buat keluarga mbak…salam hangat dari kami di Jembrana
Salam hangat juga Bli, senang sekali kalau tulisan saya bisa jadi inspirasi cerpen Bli Budi. Sukses terus ya!
24 April 2012 @ 13:02aah mbak jadi inget jaman dulu, saya juga nomaden karena ikut bapak yang selalu pindah tugas, dan sekarang suami pun juga begitu, kadang ada rasa capek tapi diambil positifnya saja mbak, jadi banyak teman, banyak sodara *seperti kata susan* dan juga banyak kesempataan untuk bermanfaat bagi orang lain dan sesama
semangaaatt
Semangat!
24 April 2012 @ 14:00Itu yang harus selalu dibangkitkan, Yuyuk.
Mudah-mudahan ada lagi karya positif yang bisa saya buat selama tinggal disini.
Doaiiiiiin…
mbak irma mau pindah ke surabaya, mampir kebekasi dulu atuh
btw juklak dan jukminu itu artinya apa mbak?
Lidyaaa, saya udah di Surabaya nih, Bekasinya udah kelewatan…
24 April 2012 @ 14:41Juklak itu kepanjangannya petunjuk pelaksanaan, kalo jukminu itu singkatan dari petunjuk administrasi umu. Keduanya adalah buku-buku wajib yang menjadi pegangan kami, anggota Persit Kartika Chandra Kirana. Biasanya juklak dan jukminu itu akan direvisi setiap 5 tahun sekali pada saat pelaksanaan Musyawarah Pusat di Jakarta.
Boleh ngak saya jadikan Flash Fiction mbak? Insya Allah terbit besok.
Boleh banget, Bli…saya juga udah ninggalin komentar disana…wuiiih, Bli makin canggih aja bikin cerpennya. Thanks ya!
24 April 2012 @ 14:53waa…, padahal rencana ke Garut yg tahun lalu batal, kabarnya tahun ini bakal jadi,
xi..xi…, aku udah pengen nambah nginap sehari terus ke Cangkuang bareng Mbak Irma, terus di rakit aku pegangan Mbak terus sampai lokasi
pilihan pisah tempat pasti udah yg paling baik ya Mbak, ngapain juga di mess Lemhanas sendirian,
btw, mess di mana Mbak, kl ke Jkt SMS aku ya,
kantornya mah taulah .. bisa kusamperin
Sip mbak Monda, kalo saya kesana saya kabarin mbak Monda deh!
24 April 2012 @ 15:28Kita ulang lagi ketemuan yang batal waktu di Jl. Riau itu…
Mbak, kalo di Jakarta suami tinggal di Kuini, ada mess Kodam III disana. Kalo mess lemhannas sedang dalam proses perbaikan, jadi hanya dipakai buat transit kalo mau olahraga pagi aja
Jalan-jalan ke kota Buaya
jangan lupa mampir ke Kaliasin
Sudah sampai di Surabaya
Nggak ada salahnya bablas ke Banjarmasin….hehe kopdar yuks.
Dyaaaah!
24 April 2012 @ 15:35Lagi-lagi keduluan mampir…
Pantunnya keren euy, dan tentang bablas itu, saya mau lo…biar sekalian ketemuan sama Dyah disana, dan penasaran pengen nyubit pipinya Rani juga
mbaak….senangnya mbak sudah nulis lagi di sini… selamat bebenah rumah dan semoga tetep ada waktu untuk berbagi beragam kisah / pengalaman di sini ya mbak
Mechta, sampe kangen saya!
24 April 2012 @ 15:37Sehat-sehat kan?
Alhamdulillah pindahan rumahnya udah, cuman benah-benahnya itu yang masih bersambung terus…hehe…namanya juga perempuan kali ya, adaaaa aja yang kayaknya harus dibenahin
Selamat kembali ke kampung asal, Mbak Irma..
Apapun posisi kita, yang penting tetap bermanfaat kan?
Saya pun sampai sekarang, masih sering terpisah dari keluarga. Saya bekerja di Bengkulu, dan keluarga di Jogja. Tapi alhamdulillah, dengan keikhlasan semuanya dapat dilewati dengan baik..
Betul Vizon, saya juga sedang belajar *lagi* buat ikhlas menjalani hal ini.
24 April 2012 @ 15:38Berat awalnya, tapi mudah-mudahan, seiring berjalannya waktu, kegamangan ini juga akan berlalu…
Amin.
Salam saya buat keluarga di Jogja
haduh repot plus bangga ya mbak menjadi seorang isteri abdi negara.Tp dimana pun sekarang mbak tinggal sukses selalu ya mbak….
Trima kasih atensinya, seneeeeng sekali baca komen hangat seperti ini…
24 April 2012 @ 18:51mba Irmaaaaa….
selaluuuu…aja telat dateng deeeeh…
padahal aku kan rinduuuuuu…hihihi…
internet baru nyala lagi nih mbaaaa
Hihihi…iya Ry, internet mati tanda pemilik blog-nya nge-top kan?
24 April 2012 @ 19:56Sama dong, saya juga rindu baca-baca tulisan Erry, rindu berat *ups, kok jadi kayak lagunya Camelia Malik ya*
Daaaaan…
kenapa…kenapa gak mau ikutan bikin kontes mbaaaa…
kan seruuuu…
Lagi sibuk banget pastinya ya mba
Tapi ikutan kuis eykeh ya mbaaaa…hihihi…
Sssst, ntar dibaca pelan-pelan ya, apa maksudnya kuis Erry itu…suka agak telmi gitu deh kalo kata kuis atau lomba muncul di postingan…
24 April 2012 @ 19:58nice psoting mbak,,,
Thanks
24 April 2012 @ 20:34Hallo jeng Ir, apapun kesibukan jeng Ir tetap bermuara pada cinta keluarga koq, selamat menata rumah Surabaya dan menata komunikasi Sub-bandung-jakarta ya jeng. Salam
Iya mbak Prih, matur nuwun dukungannya…lamaaa banget saya nggak berkunjung ke rumah mbak Prih, sehat-sehat kan?
24 April 2012 @ 20:34Sampe kangen saya…
BintangTi … konsen terpecah 3, itulah yg saya tangkap saat2 pindah dari kota Garut setelah selama 2 tahun 8 hari ‘beraktifitas dgn sangat baik.
Selamat utk bapak ya Bu, setelah Lemhanas tugas yg lebih berat n menantang telah menanti utk kejayaan NKRI tercinta.
Amiiin…
25 April 2012 @ 06:18Betul sekali Abrus, masa transisi gini nih yang bikin saya rada gamang. Disini mikirin disana, disana mikirin disini…hehe, dijalani dulu aja kali ya, smoga semua akan segera normal sehingga bisa dijalani dengan nyaman.
Abrus baik-baik kah?
Ooo ya BintangTi… sukses tidaknya Bapak dlm ‘tugas & karir dari dulu sampai kini yg mencapai karir yang ’semakin tinggi dan berat … pasti tidak terlepas dari peran ibu sbg pendamping. Itu pasti tak bisa disangkal lagi! Selamat ya Bu …
Trima kasih Abrus, selama ini kami berusaha buat saling mengisi agar kekurangan bisa menjadi kelebihan, dan bukan sebaliknya…
25 April 2012 @ 06:23Sukses juga buat Abrus ya!
Salut sama Ibu yg selama ini setia menemani suami bertugas
Silahkan komen jg di blog sy
RA Kartini Punya Titisan http://putra95.blogdetik.com/2012/04/23/liqwina-hananto-titisan-kartini/
Ikut Yuk Ke Festival Jailolo 2012 http://putra95.blogdetik.com/2012/04/19/ikut-yuk-ke-festival-jailolo-2012/
Trima kasih, Putra…saya akan kesana
25 April 2012 @ 08:03mba Irmaaaaa…
waduuuuh…
maksudnyaaa…aku kan bikin kuis gitu lhoooo…
mba Irma ikutan biar tambah kereeen…hihihi…
yang ini tea geuning
http://erryandriyati.blogdetik.com/2012/04/21/kuis-slogan-gaul-kartini-modern/
Hohoho…gitu to…iya, iya…saya dataaaaaang….
25 April 2012 @ 11:56asikkk… kalo d surabaya kesempatan sowan ke rmh mba irma bakal lebih gede nih
ga terasa 2 tahun d garut ya mba?
selamat membenahi ini dan itu ya mba
heheh
Iya Depz, ditunggu banget sowannya…ssstt, saya kok berasa jadi tua ya!
25 April 2012 @ 14:26Pokoke tak tunggu disini Depz, bawa ayam taliwang atau nggak, nggak masalah kok…hehehe
Enam bulan ke depan yang penuh tantangan bagi mbak Irma sekeluarga. Semoga bisa betah dengan Surabaya yang panas dengan segala hiruk pikuknya
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Iya mas Sugeng, panasnya ini nih yang bikin saya harus terus belajar…belajar tahan panas, maksudnya…
25 April 2012 @ 20:52selamat bertemu lagi ibu…lama tak jumpa ya. wah sekarang mau pindah Surabaya ya…
Iya Gusthy, mau mampir?
26 April 2012 @ 09:10Sampe kangen dengan komen Gusthy lo…
ketemu lagi ibu…lama tak jumpa karena saya gak ngeblog lagi heheehe…sekarang baru mulai lagi hehehe
Iya Gusthy, tadi saya udah ninggalin komen disana…seneng rasanya kita bisa saling bertukar komen lagi
26 April 2012 @ 09:12Kapan2 kita kopdar Jeng. Ipung masih ada tugas di Cimahi sampai tanggal 8 Mei.
Kita memang sering berpisah-pisah seperti itu ya. Waktu saya dinas di Dephan, isteri dan anak2 di Surabaya, selama 7 tahun je.
Selamat berbenah-benah. Jika perlu tukang sapu saya siap membantu ha ha ha ha.
Jika perlu bantuan jangan segan2 kontak saya ya jeng.
Salam hangat dari Galaxi.
Waaaah, kehormatan sekali saya mau dibantuin Pakde, belum dibantuin juga saya udah tenang kalo ada support sehangat ini…matur nuwun, Pakde…nanti kalo Bude Ipung sudah pulang dari Cimahi, saya mau sowan ke rumah Pakde boleh kan?
26 April 2012 @ 12:41Salam hangat kembali
mba Irmaaaaa…
duuuh..jadi ngerepotin euy…
padahal mah gak ikutan kuis juga sebenernya gak apa apa siiiih…
Makasih ya mbaaaaa
*komen penuh kepalsuan…hihihi…*
Hihihihi…iya Ry, kebaca kok kalo komen ini penuh kepalsuan…
26 April 2012 @ 14:40Oh pantesan blog-nya jarang di update Mb Irma, rupanya sedang berpeluh-peluh alih tugas tho..Selamat menempuh hidup baru ya, semoga cepat berkumpul kembali bersama keluarga. Ngomong2 jadi istri abri enak juga kayaknya, pindah-pindah tugas. Itu kan berarti tempat baru dan teman-teman baru ya Mbak..Sukses selalu ya Mbak Irma
Trima kasih dukungannya mbak Evi, hehe, senang dan susahnya seimbang kali mbak…cuman sayanya aja yang harus membuat sebanyak mungkin kesenangan dari proses tadi supaya nggak capek apalagi bete…
26 April 2012 @ 18:28wah jadi kangen main ke rumah semolo lagi
masih boleh main ke sana lagi kan tante?
Boleh dong, Nin…boleh bangeeeeet!
26 April 2012 @ 18:40Ibu..ada ungkapan, tujuan kehidupan adalah mengekspresikan cinta dalam semua perwujudan…
Dan apapun bentuk perwujudan itu yang dilandasi rasa cinta yang telah kita jalani selama ini, pasti dapat memberikan suatu manfaat dan berkah bagi keluarga dan orang lain tentunya
Masih sibuk menata rumah ya, Bu…pasti rumah yang nyaman…
Selendang dari Ibu, saya dekap..kangen berat
Ah, ah…saya merinding baca komen ini…
26 April 2012 @ 22:09Saya juga kangen DD ARY, tapi apa boleh buat, sekarang kita sedang memiliki kesibukan yang tidak sama. Saya harap, smoga jarak tidak menjadikan silaturahmi kita terputus begitu saja, karena toh kedekatan hati tidak akan terhalang oleh tempat dan waktu.
Salam buat keluarga ya, semoga Irfan bisa mengerjakan Unas-nya dengan baik
jadi keinget adikku…hampir sama dengan bunda irma, tp suaminya AU
semoga bunda irma selalu diberi kesehatan…:)
Amin ya robbal alamiiin…
27 April 2012 @ 11:09Mudah-mudahan mamairma dan keluarga juga demikian
Mbak Irma, gimana-gimana repotnya sudah selesaikah?
gak sabar pengen segera meluncur ke rumah Mbak Irma.. saya cari waktu dulu ya Mbak..
Waduh, jangan dulu Yuuun, kasih saya aktu sebulan deh, rumahnya lagi berantakan dan berdebu nih…maluuuu
27 April 2012 @ 11:51Semoga bu Irma tetap sehat2 selalu yah menjalani hidup ini..
terpisah dg org2 yg kita sayang itu enak kok..karena pasti ada kerinduan nantinya.
Hehe, iya Mel, kalo nanti ketemu rasanya pasti lebih bahagia kali ya…
27 April 2012 @ 12:30wahh..mb bintang sekarang di Surabaya
memang aslinya orang mana sich mb..?
btw suaminya lagi diklat di Lemhanas JKT…sya tahu itu lokasinya..
sukses ya buat mb bintang dan keluarga disana !
Oya?
27 April 2012 @ 12:36Deket Monas kan, Bens?
Saya cuman pernah lewat di depannya aja, belum pernah masuk apalagi ngintip-ngintip mess-nya
Asyik, jadi selain sowan ke Pakdhe, nambah kunjungan ke Bu Ir jg kalo ke surabaya, tapi kapan yaa? hihihih…
Btw Bu, waktu jadi kok buat postingan ultah misua, ini postingannya *haiyah iklan*
http://rindrianie.wordpress.com/2012/04/19/untukmu-matahariku/
Oriiiiin…
Saya udah ninggalin komen disana, happ b’day juga buat suami Orin ya, smoga selalu sehat, bahagia, sukses dan dianugerahi usia yang penuh berkah.
Amin.
Ayo…ayo…kapan dong ke Surabaya…
27 April 2012 @ 13:29Bundaaaa, apa kabar? lama saya tak berkunjung ke mari >_<
Ada banyak hal yang indah jika dilakukan ketika bersama-sama. Tapi ada kalanya, peran penting masing-masing baru bisa jalan kalau sedang berjauhan
jauh di mata, kan tetap di hati, Bund
salut dengan keputusan, Bunda. Terkadang, berkeluarga juga bermakna berbagi peran
Rizaaaaa…beberapa hari yang lalu saya kepikiran Riza lo, beneeeer, cuman saya belum nge-klik blognya aja…eh, eh…ternyata sekarang yang dipikirin malah datang kesini…senengnyaaaa!
28 April 2012 @ 06:43Alhamdulillah saya sehat-sehat, Reza.
Komennya hangat, men-support, indah dan tulus seperti biasa.
Trima kasih banyak ya, smoga Riza juga selalu sukses dengan semua yang sedang dikerjakan. Peluk sayang dari saya
wahhh… berarti sekarang sudah di Surabaya ya Bun? di Surabayanya mana bun? boleh mampir dong, xixi.. #kalo pulkam
Boleh Ri, boleeeeeh…rumah saya di Semolowaru Praja.
28 April 2012 @ 09:40Deket kah sama Ari?
wah deket bun. .. saya di Pekalongam hihihi
Ya ampuuuun, dikirain tuh di Surabaya Ri, yaaah, mentok-mentoknya di Sidoarjo lah…hehehe, ternyata sama jauhnya kalo gini sih…
28 April 2012 @ 10:04Jadi sekarang Mbak Ir dah di Surabaya ya? Kapan ya aku main ke SBY, semoga suatu saat …
Hhmm, mengurus rumah yang lama ditinggalkan, pasti kerja ekstra ya Mbak, semoga selalu sehat
Wach kalau dari ceritanya sekarang bakal lebih sering ngeblog ya
Tadinya disangka juga begitu Yunda, ternyata malah nggak…adaaa aja yang mesti dikerjain, sehingga waktu buat nge-blog itu jadi ke-pending melulu…*dengan kata lain, banyak alasan gitu deh…*
28 April 2012 @ 12:32selamat kembali ke kampung halaman Mbak Ir
dimanapaun Mbak Ir, kan tetap bisa bermanfaat bagi siapa pun juga yg dekat ya Mbak …
6 bulan kalau dihitung2 tiap hari, pasti rasanya lamaaaa….
tapi, dgn kesibukan membenahi segala pernak pernik di rumah,
mudah2an 6 bulan itu jd terasa sebentar ya Mbak …
perlu bantuan Mbak Ir?
aku bersedia lho bantuin ….
salam
Ahaaaa…mau dong dibantuin!
28 April 2012 @ 17:03Ayo…ayo…datang aja ke rumah saya…
Xixixi… Adik saya di Surabaya kok bun. Nanti kalo pulkamnya naik motor kan bisa mampir gituhhh
Ok…ok…ditunggu ya, Ri, smoga pas sayanya juga lagi nggak ke Bandung atau Jakarta
28 April 2012 @ 20:13wah bunda rumahnya di surabaya toh, deket sidoarjo dong bund
Deket banget, Niar…rumah Niar di Sidoarjo ya?
3 Mei 2012 @ 13:01Wah, wah..ayo dong main ke rumah saya…
Asiiiik. Mbaaaaak bisa ketemuan kayaknya. Mari cari waktuuu. Saya lagi di Malang nih mbak, tapi kalo ke surabaya siih tinggal lompat kaan kalo libur
Kagum mbak dengan pilihannya, sampai saat ini keluarga saya juga begitu. Hanya Ibu dan adek yang usianya 10 taun yang tinggal di rumah, yang lain mencar. Bapak kerja di kota mana, saya di mana, adek saya yang nomer dua juga di mana. Tapi kalo pas ngumpul gitu menyenangkan sih, saatnya bermanja-manja :))
Di mana pun tinggal, semoga Mbak Irma sekeluarga sehat dan bahagia selalu yaaaa
Malaaaa…ayo, ayo…dengan senang hati saya akan nyiapin waktu khusus buat ketemu dan ngobrol sama Mala.
Tinggal kasih tau dimana, saya pasti langsung meluncur kesana deh…beneeer!
Trima kasih komennya Mal, seneng banget lihat mala ninggalin komen panjang lagi disisni. Mudah-mudahan mala juga selalu sehat dan diberi kelancaran buat melaksanakan segala urusan…
4 Mei 2012 @ 14:55kok aku baru mmapir sini ya..
kemana aja sihh..
ter..la..lu..
Hai…haiiii…apa kabar, Nchie?
4 Mei 2012 @ 21:32Ka…ngen…
Ahh Mba Irr..andaikan aku di surabay..
aku kan menemani setiap hari..
sambil membawa bala-bala dan cilok
#haiyyah..
Selamat beberes ya..!!
Aduuuuh, itu mah makanan kegemaran saya semua, Nchie….pengeeeen!
4 Mei 2012 @ 21:34semoga betah di tempat yang baru ya Mba Ir..
asiikk deketan sama PAkdhe, Mba Yuni..
Iyha Nchie, Alhamdulillah saya juga udah ketemuan sama Pakde dan Yuni…menyenangkan banget!
4 Mei 2012 @ 21:36Dimanapun Mba Irma tinggal semoga semuanya baik ya mba dan apapun yang dilakukan Mba Irma adalah sebuah penyaluran quality time yang tak memubazirkan waktu untuk sesuatu hal yang penting dilakukan.
Tetap semangat Mba Irma, I will miss u forever
Sama mbak, saya juga pasti kangen sama mbak Anny…dan tetep ada setitik penyesalan, kenapa kita nggak sempat ketemuan di Garut
11 Mei 2012 @ 09:32aku baru sempet mampir lagi mba..
bacanya direpel ah…
yaa..ga jadi ke garut dong…
Huaaaa…ketemu komen Hilsya lagiiiii…seneeeeng!
2 Juni 2012 @ 07:46