Sejak pindah ke Garut, sudah beberapa kali saya mengadakan kompetisi tennis lapangan. Pesertanya tidak muluk-muluk. Cukup ibu-ibu pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 062 yang berjumlah 20 orang itu saja.
Hadiahnya?
Apalagi kalau bukan uang tunai. Nominalnya tidak masalah, yang penting hati gembira dan bisa ketawa-ketawa. Buat saya, lapangan tennis bisa menjadi ‘tempat ajaib’ yang bisa menukar kemurungan dengan kegembiraan. Kesedihan dengan kebahagiaan.
Awalnya ide ini ‘ditentang’ beberapa orang, terutama ibu-ibu yang belum pernah bertanding tennis lapangan. Mereka keberatan kalau kompetisi tidak berjalan seimbang. Apalagi kalau mereka diserang habis-habisan saat pertandingan…wah, bisa malu tanpa pertolongan dong!
Saya tidak hilang akal. Dengan rayuan, bujukan dan senyuman, penolakan itu berakhir dengan penerimaan. Mereka mau mencoba untuk bermain dan bertanding seperti yang saya tawarkan.
Ehm, buat maniak tennis seperti saya, apapun akan diusahakan sepanjang bisa membangkitkan minat orang untuk bermain tennis bersama. Bergembira sambil berolahraga. Sekaligus mencari teman buat rela berpanas-panas dibawah teriknya matahari Tuscany…eh, Garut!
Awalnya saya membagi ke-20 orang ibu tersebut dalam dua kelompok.
Kelompok A buat para ibu yang sudah lumayan bisa memukul bola, yah…minimal bisa menerima, mengembalikan dan serve dengan benar deh. Nggak perlu jago-jago amat, yang penting punya kemauan kuat untuk berusaha bisa.
Dan kelompok B yang terdiri dari ibu-ibu pemula. Para ibu yang belum pernah sekalipun mengikuti pertandingan atau kejuaraan. Mereka adalah tim penggembira yang bisa membuat kami ketawa-ketawa. Mereka juga yang membuat lapangan tennis riuh rendah penuh dengan canda.
Cara kami memilih pasangan juga lumayan unik. Kelompok B, yang terdiri dari ibu-ibu pemula tadi, harus mengambil undian yang berisi nama-nama ibu dari kelompok A. Dan nama itulah yang akan menjadi pasangan mainnya sampai seluruh pertandingan selesai dilaksanakan. Mereka tidak boleh memilih pasangan sendiri karena nama pasangan harus sesuai dengan nama yang tercantum dalam gulungan kertas kecil itu tadi.
Setelah melalui pengelompokan yang rada maksa, hehe, dua puluh orang ibu tadi akhirnya habis terbagi. Semua sudah memiliki pasangan. Ada 10 kelompok ibu yang akan bertanding di setiap jadwal olah raga kami. Sistem setengah kompetisi yang kami pilih, membuat pertandingan ini berjalan lama dan seru.
Pengambilan nama pasangan lewat undian ini juga tak kalah mendebarkan. Semua deg-degan menunggu untuk memilih atau dipilih. Pemain yang pintar dan santai selalu menjadi idola untuk dijadikan pasangan. Tapi buat pemain pintar yang suka cemberut kalau kalah…ih, amit-amit…undian yang berisi nama mereka, biasanya akan mengubah ekspresi wajah menjadi setengah berduka!
Dua kali berturut-turut, saya selalu mendapat pasangan main yang lumayan ‘parah’. Untungnya mereka punya kemauan keras untuk belajar memukul dan mengembalikan bola. Diantara jadwal pertandingan, mereka berlatih habis-habisan agar tidak tampil memalukan. Syukurlah, dua-duanya bisa membantu saya buat memenangkan salah satu juara…lumayan, uang itu bisa dipakai makan rame-rame…
Gembira itu ternyata amat mudah. Gelak tawa yang senantiasa terdengar kala bola keluar lapangan atau tersangkut di net, menjadi obat mujarab bagi rutinitas para ibu rumah tangga seperti saya. Spontanitas dan sportivitas menjadi modal utama agar permainan berjalan menyenangkan.
Kedekatan hati dengan mereka juga lebih mudah tercipta kala kita berada di tempat yang tidak membedakan kasta. Lapangan tennis itu salah satu contohnya. Disana, saya bisa menjadi seperti mereka. Melompat gembira kala smash meluncur telak kearah lawan, atau berteriak heboh saat serve masuk tanpa bisa dikembalikan.
Sekarang pertandingan tennis itu seperti jadi sebuah kebiasaan. Selesai dengan satu pertandingan, kami akan buru-buru membuat undian baru. Memilih pasangan melalui gulungan kertas kecil itu tadi, dan bertanding kembali dengan gembira…
Main tennis?
Ikutan yuk!

Main tennis ya.. aduh… sekalipun saya tak pernah mbak. Tapi melihat cerita ini main tennis kayaknya seru ya.. Jadi ingin main tennis..
Kapan-kapan dicoba deh…pasti bikin ketagihan!
22 Desember 2010 @ 21:27Alamat blog-nya dimana Fendik, penasaran pengen berkunjung dan ninggalin komen disana…
komen dulu…mau ngucapin selamat hari Ibu untuk mbak ku yang cantiikk
Tengkyu Idaaaa…
22 Desember 2010 @ 23:08Senengnya dikunjungin malem-malem, apalagi dapet perhatian kayak gini…ehm, makasih banget…
he he he pantesan mbak irma lama menghilang, sibuk main tenis tho…
kalau main tenis aku payah mba, kagak bisa-bisa he he
Hehehe…kita sama-sama belum tidur rupanya
22 Desember 2010 @ 23:16Ayo main tennisnya disini Da, kalo saya yang ajarin, pasti cepet bisa deh…!
Waduh, Ibuk2 persit selalu aktif maen tenis ya, mbak
Asiknya lagi dapet duit kalo menang
Mbak Irmaaa, di depan kos-an saya ada lapangan tenis tuuh, tapi kita2 yang muda nggak pernah dapat kesempatan buat maen, selalu rameeee. Pagi sama ibuk2, sorenya bapak2,hehehe ato kalo nggak jadi tempat para Ibuk2 nyuapin anaknya gituuu.
Tapi emang saya nggak bisa maen tenis kok, hahaha
Hehehehe…nanti kalo Mala udah ibu-ibu, apalagi jadi isterinya tentara, dijamin bisa main tennis deh…
23 Desember 2010 @ 00:08Belum tidur ta?
Saya lagi kejar setoran…hihihi…hutang balesin komen bertumpuk-tumpuk, salah sendiri ya…ninggalin blog kok luuaammaa banget…!
Selamat istirahat Mala, have a nice dream
Beluuum, lagi banyak yang harus diketik ni mbak, tapi masih sempat2nya maen ke blog orang2
btw, selamat hari ibu, mbak.. smoga selalu dianugrahi kesehatan ya
Amiiin…
23 Desember 2010 @ 00:43Trima kasih buat perhatian dan doanya Mala, selamat Hari Ubu juga buat ibu Mala di rumah, salam hormat
Oalahh … pantesan ngilang lamaa dari dunia maya …
kirain pergi beli ‘roti ikan’ ke Thailand ..
ternyata … eh ternyata … nyata2 maniack tennis ..
hmmm ku maapkan asal utk ketawa n gembira bersama … hehehe
salam Ibu Bintangtimur … makasih sdh komen borongan
Hehehehe, iya ~sumanjaya, buat tennis apapun dilakukan
23 Desember 2010 @ 00:57Thanks silaturahminya, komen borongan saya udah kebaca semua kan?
Hmmm.. kalo emang sama2 gak bisa maen tenis, mengapa harus malu?
:D
Malu kalo ternyata jadi bisa, maksudnya…
23 Desember 2010 @ 07:42mba ir kmana aja..pa kabar nih..
pantesan ngilang hmm maniak tennis yaa..
mba deket rumahku ada lapangan tennis,sini donk ajarin aku,,hahha…
Hihihihi…pengajar tennis jarak jauh gini susah Nchie, di Garut terang, di Bandung hujan…kapan dong main tennisnya?
23 Desember 2010 @ 11:09Tennis meja masih tergolong kecil. Pernah Ibu-Ibu maen Sepakbola? di Desa saya di Lampung kumpulan ibu-ibu PKK main sepakbola. Coba bayangkan, bagaimana ramenya kalau ibu-ibu maen bola? Bayangkan deh
Sebentar…sebentar…saya bayangkan dulu ya…
23 Desember 2010 @ 11:21waah kayanya seru ya Bu, hehehe … kebayang kok betapa berisiknya itu lapangan tennis itu kalo para ibu2 lagi pada main .. hihihi
Bener Feisa, ketawa sama mainnya, jauh lebih seru ketawanya…
23 Desember 2010 @ 13:02wah, seru kayaknya mbak, jadi inget , dulu pas masih di asrama, kalau ibu2 lagi main tennis, saya suka mungutin bola,,,,,,
pernah bunda saya membuat singkatan dari kata TENES yaitu ” ngenteni nganti ngenes”, karena dulu katanya pernah punya pengalaman,selalu pas jadwal latihan tenis, gak pernah dapat kesempatan buat latihan. malah disuruh mungutin bola, hahaha, jadinya ngenes, hahaha
Army…hehehehe, saya juga ngalamin peristiwa ‘mengenaskan’ seperti itu…
23 Desember 2010 @ 15:20Ngantri nunggu yang senior selesai, baru deh kita bisa masuk lapangan
Kalo mau sedikit berkorban, kita datangnya agak siangan. Bukan apa-apa, yang udah jago mah biasanya paling males kalo berpanas-panas di tengah lapangan…kita curi start duluan deh!
met sore mba…berkunjung lagi
Boleh…boleh…silahkan duduk, Da…mau minum apa?
23 Desember 2010 @ 15:29Air putih?
Air putih?
Atau air putih?
Tenis lapangan blom berani nyoba. Sudah merasa ga mungkin memukul bola sampai lapangan lawan, minder duluan…
Klo tenis meja masih OK, pernah menang juga…:)
Oyaaaaa?
23 Desember 2010 @ 15:54Saya juga pernah hobby banget tennis meja Mechta, tapi begitu kenal tennis lapangan, saya malah langsung jatuh cinta…cobain deh!
dohhh…. jd kangen maen tenis dan segala kegembiraannya
yg saya suka dr berolahraga itu selain bisa berkeringat ya pastinya gembira krn bisa ketawa lepas tanpa beban.
hmmm…belakangan emang diajakin maen tenis lg nih mbak
tapi raket d kamar belum disenar lagi sejak “gantung raket” 3 thn yg lalu…
nunggu musim hujannya kelar aja deh, br nyenar tuh raket :p
Yup, bener banget Depz, yang seru dari pertandingan tennis itu memang ketawanya, jeritan-jeritannya sama loncat-loncatnya…

23 Desember 2010 @ 17:51Kalo raketnya udah disenar, main ke Garut ya!
*hehehe, mau main tennis aja jauh amat*
Olahraga memang menyenangkan, terutama pada proses bermainnya
Idiiiih, setuju banget Sam, saya juga nggak terlalu pusing dengan hasil akhir, justru proses bermain itu yang selalu membuat saya gembira…

23 Desember 2010 @ 19:02*karena sering kalah, alasan ini yang saya tulis disini*
olah raga yg menarik dan sungguh memancing emosi penontonya
walau sepak bola sedang ‘demam berat’ di raga masyarakat ;p
***smash..! pukulll..!
selamat hari ibu, mbak..?
salam sama keluarga di rumah..
Halow, Matanaga!
23 Desember 2010 @ 20:03Senengnya dikunjungi dan dikasih komen lagi…makasiiiih…
Iya ya, orang lain demam sepakbola, saya kok malah bikin tulisan tentang tennis…nyleneh…
Trima kasih ucapan Hari Ibu-nya, selamat Hari Ibu juga buat ibu-ibu yang ada di rumah Matanaga…salam hormat
Ajarin dong mbak main tenis, aku bisanya nonton doang. Nyesel juga padahal dulu sering diajakin papa latihan, gratis pula, memang dasar pemalas ya mbak ada fasilitas nggak dimanfaatin.
Mbak Monda ini kisahnya mirip saya deh!
23 Desember 2010 @ 20:47Waktu SMA saya dan adik-adik juga diajakin bapak saya ke lapangan tennis, dipanggilin pelatih segala saking niatnya…biarpun awalnya ngomel-ngomel, hmmm…ternyata tennis itu malah bikin saya ketagihan…
sayang saya ga suka main tennis mbak, tapi mulai rada ngeh setelah iseng2 main game di hp… jadi kenal deh ma olahraga yang satu ini… ^^
Oyaaa?
23 Desember 2010 @ 20:53Main game tennis di hp juga kayaknya asyik, seru dan nggak keringetan…
Hehe… komen saya itu berlaku juga buat mereka yang melulu menang. Katakanlah ada kejadian seperti ini: pada suatu pertandingan kita divonis menang sebab lawan berhalangan/telat hadir. Jika Mba Irma setuju dengan saya bahwa menang dengan cara begitu berasa hambar, itu sebabnya kita tidak melewati proses-bermain yang merupakan sumber dari kesenangan itu sendiri
Aduuuh, baru kepikir!
23 Desember 2010 @ 23:18Iya ya Sam, kalo kita menangnya WO memang nggak seru karena proses bermain itu nggak dilalui.
Proses untuk mencapai hasil akhir berupa kemenangan, selalu lebih memuaskan kalo kita harus kepanasan *karena bukan lapangan tennis indoor* dan keringetan, deg-degannya kalo disorakin apalagi, wuuuiiihhhhh…
Tengkyu buat analisanya, top
Mba Irmaaaaa…
Akhirnyaaaaa…
nongol jugaaaaa…hihihi…
Pantesaaan…
abis jadi EO nya turnamen tenis toh
Hohohoho…EO merangkap peserta, Ry…
23 Desember 2010 @ 23:25Akhirnyaaaaaa…dateng juga komen Erry…asyiiiiik….
Seru juga tapi acaranya ya mba…
walaupun aku mah tetap angkat tangan lah,..
kalo disuruh main tenis mah…
main gaple ajah…hihihi…
Main gaple?
23 Desember 2010 @ 23:26Wah…bener-bener deh titik-titik dari pasar gedebage…
*nyontek pengakuan dari postingnya Erry*
Saya belum pernah main tenis mba he..he….nanti ajarin saya ya
Kalau tenis meja pernah tapi ya itu bola kemana mukul kemana hi..hi..hi…
Kegiatan mba Irma selalu menyenangkan apalagi olahraga yang bikin heppy ya mba
Alhamdulillah, kalo di daerah biasanya saya lebih kreatif mbak…maklum, gembira kan harus dicari…hehehehehe

24 Desember 2010 @ 10:48Kapan-kapan, kita tennis meja bareng-bareng yuk!
*bolanya nggak usah dipikirin, pokoknya bisa ketawa-ketawa aja…*
pasti seru acara tennisnya, tambah betah di Garut kan mbak Irma….
Betah pisan mbak, nggak kerasa udah hampir sembilan bulan saya tinggal disini…
24 Desember 2010 @ 14:05Hampir melahirkan, kalo orang hamil mah
Malam Bunda Bintang Timur…
Hani beberapa ini BW nggak maksimal, padahal halaman Bunda udah kebuka tapi nggak kebaca, yang ada tercengang dengan tagihan bulanan yang katanya unlimited sekian rupiah eh ternyata melejit, he he(sedikit curhat)
Hani lagi sakit….tapi alhamdulillah udah agak memdingan sih…
Btw, dalam postingan Hani, hani lupa memasukkan nama Ibu Bintang Timur…padahal buat Hani ibu Bintang Timur juga seorang ibu yang luar biasa…supportnya meski cuma lewat artikel dan comment membuat hati adem..dan sering bikin kangen,….
Selamat hari ibu dan peluk dan cium dari hani…berharap liburan bisa ke Malang….tapi lagi mau bikin acara rumpi2an aja ama Mbak Ida, heeee
Haniiii, akhirnya datang juga komen yang saya tunggu-tunggu!
24 Desember 2010 @ 19:26Trima kasih buat silaturahmi dan kehangatannya selama ini, saya juga seneng sekali bisa kenal Hani biarpun cuma melalui tukar menukar komentar di blog…
Selamat bersenang-senang dengan Ida, jangan lupa cerita lewat posting yaaaaa
Masih belum selesai lho commentnya (jangan terkejut) he he he
Mau comment langsung, eh si dia telpon, heheheh
Cerita main tennisnya seruh banget, yang penting dalam suatu komunitas memang kebersamaannya Bunda…
Jadi rindu dengan teman-teman yang di Malang ney…kalau tahun baru kita bikin acara barbecue, lomba nyanyi yang pesertanya nggak ada yg jago nyanyi dan lomba2 lainnya sambil menanti detik pergantian tahun…
Lo…belum selesai to komennya?
24 Desember 2010 @ 21:03Ayo dilanjut deh…!
Iya Han, tahun baru juga selalu seru kalo kita berkumpul dengan orang-orang tercinta…ehm, ehm, saya kok jadi penasaran denger Hani nyanyi ya…
Ada aja yang ketinggalan…
” Selamat Tahun baru ” meski masih seminggu lagi, jaga2 di tinggal lama lagi
Hihihihihi…Hani bisa aja!

24 Desember 2010 @ 21:16Selamat Tahun Baru juga, Han…semoga 2011 membawa banyak kebaikan dan kebahagiaan. Amin.
malam mba….
sebelum tidur mampir dulu ke sini, tapi koq cuma air putih aja sih yang adaaa…
bikin teh sendiri aahhhh
selamat beristirahat mba…semoga liburannya menyenangkan. kalau aku ngak kemana2, ke tempat hani ajaa
Malam Ida, aduuuuh, yang selalu kompak!
24 Desember 2010 @ 23:32Iya deh, selamat menikmati libur akhir tahun Da, jangan lupa ceritanya lewat posting di Idana.blogdetik.com…
8Mau aku bu !!! tapi aku gak punya raket
gimana kalau diganti dengan mause saja
karena aku terbiasa main game tenis. Jangan kuatir, aku sudah jago koq sam bisa sampai level 8 
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Mas Sugeng…kalo main game tennis saya malah nggak bisa lo, nyerah duluan aja ah…
24 Desember 2010 @ 23:36Salam hangat juga dari Garut!
Nimbrung lagi ah… boleh yah… yah….
Tenis lagi Bu, ayo siapa takut….
Walau mainnya payah tapi aksinya oke juga kan bu, hehehe…..
Yang penting happy !
Sip…sip…sip…yang penting happy DD ARy!
25 Desember 2010 @ 05:02Makasih banget udah datang kesini lagi…
membayangkanyya sepertinya bener2 lucu , mampu mengocok perut untuk selalu tertawa ,… gmn yg melihatnya dan melakukanya secara langsung , pasti sueruuuu
Seruuuuuuu, seru sekali Huda…ibu-ibu yang tadinya nggak hobby tennis lapangan, sekarang malah pada ketagihan…
26 Desember 2010 @ 08:18*yes, misi berhasil*
selalu ada cara dan alasan untuk berbahagia
Berbahagialah
Alhamdulillah…saya bersyukur sekali untuk itu
26 Desember 2010 @ 23:05Met Pagi…..
LOvely Monday!!!
Awal pekan yang di awali dengan gerimis
Have a lovely day
Malam Hani,
27 Desember 2010 @ 07:31Di Garut juga gerimis tadi sore, sekarang sih udah berhenti…tetep dingin pastinya…
Thanks sudah berkunjung lagi Han, maaf ya belum ada posting baru
mba Irmaaaaa…
gak ngilang lagi kaaaan?
Tadi keliatan lagi jalan jalan lho…hihihi…
liburan sekolah kayak gini ternyata bisa bikin rumah jadi tambah berantakan ya?…
Kayla jadi susah disuruh tidur pula…
Tidurnya malem teruuuuus…huh…
*curhat ah..hihihi…*
Aduh Erry…memangnya kenapa kalo Kayla susah disuruh tidur?
27 Desember 2010 @ 23:28Menghambat nge-blog?
Hihihihi…ketahuan deh, kenapa kemarin Erry beli obat tidur di apotik…
Salam bahagia…
Apapun yg terbaik… mudah-mudahan selalu berhasil dgn baik jg tentunya ya Bu,
Kebahagiaan Ibu kebahagiaan kami jg….
Insya Allah kami dukung dg sepenuh hati.
Iklas kok swear….
Eh, ini siapa ya?
28 Desember 2010 @ 03:21Kayaknya kenal baik deh…
*alamat curhat saya terbongkar habis-habisan*
ada rencana menghabiskan waktu pensiun di garut bu?
baru aja mau berkunjung ke blog ini, keduluan sama ibu
Wah, kayaknya kita sehati buat selalu bersilaturahmi…
28 Desember 2010 @ 07:22Rencana pensiun Insya Allah di Surabaya, tapi Garut memang salah satu kota yang sangat berkesan buat saya, indaaaaaah!
btw, ada gayus ikut nonton gak ya…???
wakkakkaaaaka……
Hihihihihi…Husin ini ada-ada aja…kalo Gayus kesini, kayaknya saya juga bakalan jadi saksi kunci deh…
28 Desember 2010 @ 08:01sejak patah tangan udah ndak main tennis lagi
… miss that moment mbak hehe sama bapak main tenis di lapangan kecamatan trus makan bubur ayam di minggu pagii hehe
Wah, pasti asyik ya!
28 Desember 2010 @ 10:23Yuyuk…saya juga dulu dimotivasi bapak saya buat main tennis, sekarang malah keterusan…
ingin ikut merasakan kegembiraan itu. sayangnya saya tak bisa tenis dan juga bukan ibu-ibu.. hehee..
pakabar mba?
Hehe, ini Eyang to?
28 Desember 2010 @ 12:14Alhamdulillah saya sehat-sehat Eyang, lagi seru aja ‘momong’ ibu-ibu di lapangan tennis…
Eyang juga baik-baik kan?
bisa ikut ga ??
hehehe..
mampir ke blog aq ya
onesri.blogdetik.com
Ok, Inez…saya meluncur kesana sekarang…
28 Desember 2010 @ 12:49Mbak Irmaaa…
Waduh jadi ngiri pengin ikutan kompetisi seperti ini, tapi saya ga suka main tennis Mbak.. lebih tepatnya ga bisa hehe.. Tapi klo ada yang ngajakin main bulutangkis pastinya mau dooonk…. nanti bikin gaya ala Lilyana Natsir
Yuuuuuun, apa kabar?
28 Desember 2010 @ 14:02Saya nggak bisa main bulutangkis, uh…larinya itu lo yang bikin saya mati gaya…
Mba Irmaaaaa,…
eyke meuni gak boleh mampir mentang mentang belon apdet…hihihi….
Hihihi, sekarang mah udah apdet, Erry…mangga ah nulis komen…
28 Desember 2010 @ 20:00Benar banget bu. Kegembiraan dalam bermain tenis itulah yang akan menjadikan suasana menjadi lebih ramai. Dan yang terpenting keakraban serta keeratan semakin terjalin antar sesama anggota
Yup, setuju…kehangatan silaturahmi itu memang tidak ternilai, dan bermain tennis salah satu cara buat mewujudkan kehangatan itu…
29 Desember 2010 @ 19:21@Mbak BT:

Hahahaha, malu kalo ternyata bisa yah.
Ah, saya ga bisa maen tenis aja gak malu kok.
*ga nyambung*
Hihihi…nyambung gak nyambung, pokoknya komen…seneeeeeeng…
30 Desember 2010 @ 08:47maaf, mbak irma…
saia gak bisa main tenis…
bisanya main bulutangkis…
kalo diajak main bulutangkis, saia br mau…hehehe
kalo main tenis seringnya siyh gak kuat pegang raketnya…hahaha
Hehehe, kalo saya diajakin main bulutangkis, nggak kuat larinya, Van…
31 Desember 2010 @ 09:58mirip sekali dg ibu saya yang maniak tenis
benar sekali ibu..
kegembiraan sebenarnya mudah kita dapatkan..
tak perlu muluk-muluk
Iya, begitu sederhana…tinggal pake pakaian olah raga, dan…sim salabim…gembira itu akan menjadi milik kita!
1 Januari 2011 @ 13:04Hmm … masih sibuk tenis …
Bu Bintangtimuuuurrrr
mampir buat ngucapin selamat tahun baruuuuuuu
semoga di tahun 2011 tambah sukses yaaaaaa
Amiiiin.
1 Januari 2011 @ 16:10Trima kasih silaturahminya, selamat Tahun Baru juga buat ~sumanjaya, semoga tahun ini membawa banyak berkah dan kebahagiaan…
Apa kabar bu Irma..
selamat tahun baru , semoga damai dan kebahagiaan beserta ibu dan keluarga.
Dine…trima kasih, selamat tahun baru juga, kalau dine merayakan Natal, selamat Natal juga ya…semoga berkah dan kasih sayang-Nya senantiasa tercurah pada Dine sekeluarga.
3 Januari 2011 @ 20:57Amin.
rupanya ada juga pemain yang paling ditakuti: ibu yang kalau kalah suka cemberut itu.
kasian ibu yang kebetulan jadi pasangannya, kebayang wajahnya yang ceria jadi berduka. lucu
Hehehe, karakter orang itu bermacam-macam…kadang malah aneh-aneh…
8 Maret 2011 @ 20:50Benar-benar posting blog bermaklumat di sini teman saya. Aku hanya ingin memberikan komentar & mengatakan terus bekerja dengan high. Saya sudah bookmark blog anda hanya sekarang dan aku akan kembali untuk membaca lebih lanjut di masa depan teman saya! Juga baik dipilih warna pada tema itu berjalan lancar dengan blog menurut pendapat sederhana saya:)
Thanks buat apresiasinya
26 Oktober 2012 @ 01:55Saya biasanya tidak posting dalam Blog tapi blog anda memaksa saya untuk, bekerja luar biasa .. indah …
Makasiiiih
27 Oktober 2012 @ 17:54