Saya baru pulang dari Surabaya.
Pulang kampung?
Nggak lah, hanya ada satu keperluan yang harus diselesaikan. Dengan waktu yang sangat terbatas, saya terpaksa naik pesawat terbang sendirian. Tidak efektif memang, apalagi hemat. Tapi toh tetap harus dilakukan karena keperluan itu tidak bisa ditunda-tunda.
Menggunakan pesawat terbang dari Bandung ke Surabaya sebenarnya bukan pilihan utama buat saya. Entah kenapa, saya lebih senang naik kereta api. Mungkin karena ada lagunya, hehe, rasanya ‘lebih pantas’ saja kalau perjalanan Bandung - Surabaya itu ditempuh dengan alat transportasi itu…
Ada beberapa hal yang membuat saya terkesan pada kepulangan kali ini.
Kesan pertama adalah berupa keheranan kala saya menaiki tangga pesawat. Biasanya, di pintu masuk selalu ada satu atau dua orang pramugari yang memasang senyum selamat datang. Tapi kemarin tidak. Saya sampai melirik kanan kiri, jangan-jangan para pramugari itu sedang bersembunyi di sudut lemari…
Usaha saya nihil. Tak ada siapapun yang menyambut kedatangan penumpang. Jadilah kami semua masuk begitu saja. Menyeret-nyeret barang sambil mencari-cari nomor kursi yang harus ditempati. Susah pasti, tapi berhubung saya hanya membawa tas tangan, keribetan itu tidak saya alami.
Ditengah lorong, barulah ada seorang pramugari yang berdiri diantara deretan kursi. Hanya berdiri. Tersenyum tidak. Mengucap salam juga tidak. Apalagi membantu penumpang menaikkan barang ke atas kabin pesawat. Saya heran, masa sih seorang pramugari hanya bertugas sesederhana itu. Saya juga melihat, bantuan baru diberikan kalau penumpang meminta bantuannya untuk menaikkan barang ke atas kabin pesawat. Itu juga sambil agak ogah-ogahan. Capek atau gengsi, entahlah.
Apapun, penerbangan itu berjalan lancar.
Saat mendarat di Surabaya, saya kembali menemukan hal serupa. Tak ada pramugari yang menebarkan senyum hangat di pintu pesawat. Apalagi ucapan selamat jalan dan terima kasih. Kita keluar dengan senyap. Serius dengan pikiran dan bawaan masing-masing.
Saya menduga, mungkin para pramugari itu jengkel karena sampah bekas penumpang bertebaran di bawah kursi. Buku petunjuk keselamatan penerbangan juga berserakan diatas karpet pesawat. Ironis. Membuang sampah sembarangan ternyata tidak hanya dilakukan di darat tapi juga di udara. Memelihara kebersihan itu, tetap menjadi sebuah slogan yang entah kapan bisa ditaati dengan sepenuh hati.
Kesan kedua adalah, agak nggak nyambung sih, tapi ini yang membuat semua kelelahan perjalanan saya hilang seketika. Yup, tukang bakso langganan yang mangkal di dekat rumah ibu saya ternyata jualan!
Beberapa kali pulang ke Surabaya, bapak tukang bakso itu selalu saja sedang pulang ke Wonogiri. Menengok keluarganya atau sakit, kabar tersebut yang sering saya dengar. Bahkan seringkali pulangnya dia kesana sama persis dengan kedatangan saya ke Surabaya…
Tapi kemarin tidak. Wuih, saya seneng luar bisa. Sebelum masuk rumah, gerobak bakso langganan yang terletak di sudut jalan itu yang menjadi tujuan langkah saya. Sambil menunggu bakso dibungkus, saya sibuk mencampur saus, sambal dan kecap manis untuk menemani tusukan-tusukan bakso yang menggoda. Ssst, mumpung tidak ada orang yang saya kenal, saya menikmati bakso tanpa kuah itu sambil berdiri di pinggir jalan…
Nikmat banget!
Buat saya, bakso paling enak memang yang ada di kota Surabaya dan Malang. Rasanya pas, campurannya selalu tepat. Beberapa kali saya mencoba beberapa jenis bakso yang katanya paling enak di sebuah kota, tidak pernah mengalahkan bakso yang dijual di kedua kota tersebut. Itu sebabnya, bakso adalah makanan yang saya cari pertama kali begitu saya tiba disana. Apalagi tempatnya juga dekat. Cukup berjalan kaki, sampailah saya kesana.
Oya, satu lagi kesan yang ingin saya bagi dari kepulangan ke Surabaya kali ini. Juga tidak terlalu nyambung…
Saya betul-betul salut buat aparatur Pemerintah Kota disana. Kebersihan kota dan taman-tamannya itu membuat saya kagum luar biasa. Taman-taman yang terletak di dalam gang saja sudah sangat terpelihara. Apalagi yang tersebar di sepanjang jalan protokol. Semua indah. Semua tertata.
Saya yakin, dengan konsistensi dan kerja keras tanpa putus seperti itu, kota Surabaya bisa saja menjadi kota terbersih di Indonesia. Nggak percaya?
Datang deh ke Surabaya…

Ninggalin jejak dulu, siapa tahu yang pertama, jarang kan, he he he he
Hohoho…memang yang pertama, Han!
27 Nopember 2010 @ 10:15Duh…senengnya yang habis pulang kampung…..
he he eh
Surabaya dalam dua dekade ini emang udah mengalami banyak kemajuan dan perbaikan, bangga dech melihatnya, meski panasnya masih tetep, heeee
Ntar kalau ke Malang janjian yuk, kita makan bakso di Damas atau Bakso kota, heeee trus lanjut beli Bakpao di Jl raya langsep….
(hadoooh, lagi lapeeer, makin laper dech)
sampai lupa nanya kabar “apa kabarnya, Ibu Bintang Timur?”
Hayu…hayu…hayu!
27 Nopember 2010 @ 10:22Bakso kota Pak Man kan?
Bakso Damas itu deket banget sama rumah saya, Han
Eh…pasti seru lo kalo kita ketemuan, ajakin Ida juga boleh, kita mampir sekalian ke rujak manis Jl. Semeru…yummy
Memang, tanpa disadari, sesuatu yang tampaknya tidak terlalu penting, tetapi jika diamati dengan cermat, kadang menimbulkan pertanyaan2 dikepala kita. Kenapa kok tidak seperti biasanya. Apa ada yang salahkah? Kok yang seharusnya aturannya seperti ini, kenapa pada kali ini tidak seperti biasanya. Mungkin itulah yang dinamakan warna-warni kehidupan. Kadang tidak selalu yang bagus saja, suatu ketika akan ada ketidakberesan yang terjadi. Apapun itu, pasti perjalanan pulang kampung ini memberikan kesan tersendiri yang memberikan pengalaman yang ternilai tentunya bagi ibu tentunya
Betul Ifan, ketidakbiasaan itu selalu mengundang banyak pertanyaan.
27 Nopember 2010 @ 11:08Tapi bila diamati lebih jauh, semuanya pasti memiliki alasan, sehingga kita bisa lebih memahami bahwa yang tidak indah itulah yang membuat dunia kita berwarna…
Thanks komennya Fan, tadi pagi saya juga udah ninggalin komen disana
He..he….ada yang lain dari biasanya memang mengundang keheranan ya mba, itu udah lumrah terjadi, btw semua kejanggalan itu terbayar oleh bakso yang lezat ya mba
Mbak Anny…hehe, bakso itu memang jadi obat ampuh buat menghilangkan semua keheranan…
27 Nopember 2010 @ 11:24dari cerita dalam pesawat, bakso, hingga kebersihan kota surabaya..
nyambung banget untuk seorang ibu bintangtimur yang pasti selalu melihat perhatian terhadap semua yg ibu temui:)
jadi terketuk utk lbh menjaga kebersihan lg setelah membaca ini^
..
setelah baca ini sy kok jadi ingin makan bakso, sy suka banget sm bakso malang, hihihi..
Oyaaaaaa?

27 Nopember 2010 @ 12:00Ah, kalo gitu kita janjian sama Hani aja buat makan bakso Malang, pasti lebih enak kalo dimakan rame-rame…
Thanks komennya Lyla, yang bikin saya nggak pede karena posting yang nggak nyambung menurut saya, ternyata bisa nyambung juga dimata Lyla…
Ongkosin yah bu ke surabaya nya..hihihi
setelah baca ini, aku jg jadi pengen makan bakso
Tuh kan, keinginan yang sama menular kemana-mana…
27 Nopember 2010 @ 15:50Diongkosin?
Hehehehe, no comment ah…
Ikut bahagia dan bangga mendengar Surabaya makin elok dan bersih dario sampah
Iya mas Alam, saya juga ikutan bangga biarpun sekarang tidak tinggal disana…
27 Nopember 2010 @ 17:38Mba Irmaaaaaa…
Pantesan ngilang teruuuuus…hihihi…
Nah lhoooo…
kenapa tuh pramugari pada bete?
walopun emang lagi beneran bete…
harusnya mah tetap profesinal dooong…
Basooooo?
Kenapa ya?
Baso langganan masa kecil itu perasaan yang paling enaaaak…
Aku juga punya tuh langganan baso di tempat nenek ku…
TOP deh…
mungkin karena makan baso nya sambil campur baur dengan memori masa kecil kali ya mba…hihihi…
Errrryyyyyy!
27 Nopember 2010 @ 18:33Komennya lengkap banget…kayaknya pramugari-pramugari itu belum pada makan bakso deh, jadinya pada bete…*nggak nyambung lagi*
Ssst, perhatiin deh Ry, kalo orang Sunda nulisnya baso, tapi orang Jawa bakso…saya?
Dua-duanya aja deh, tergantung kebutuhan
Surabaya?
sempet kopdar ga mba?
Mala kan di surabaya?
Vanny ama mba Yuni juga pada di Surabaya kan?
Bersiap2lah menerima komplen mereka setelah membaca postingan ini karena gak diajak kopdaran…hihihi…
*komen yang menghasut*
Ck..ck…ck…Erry banget!!!
27 Nopember 2010 @ 18:34Mala, Vany dan Yuni…jangan bilang-bilang ke Erry ya kalo kita nggak sempet ketemuan…
uhuy…senengnya yg baru pulang kampung…dapat suntikan semangat baru pastinya..hehe…oleh2nya masih ada ga mbak? ngarep..hihi..
utk pramugari yg bete itu, apa mungkin lagi ada mslh di maskapai itu? etapi itu juga bukan pembenaran utk menjadi tak profesional gitu ya…
pokoke, selamat pulang ke rumah lagi mbak…
Sip…sip…sip…
27 Nopember 2010 @ 19:41Pulang ke rumah selalu membawa semangat baru, Mechta.
Salah satunya adalah posting yang saya tulis ini
Hmmm … ibu Bintangtimur lagi promosi kota kelahirannya nih …
… sah2 aja sih, tapii … gimana kelanjutan kisah prmugari yg ‘pelit senyum tadi … hehehe … sirna dilanda ‘goyang lidah karena bakso idaman …
Betul…betul…betul..
27 Nopember 2010 @ 23:07Bakso itu ternyata obat keheranan yang mujarab lo
Wahh kbtln siang ini sy mau k sby mbak.
Bout pramugari itu, klo yg ngga senyum sih kyknya jrg sy temui. Tp yg membantu masukin brg k kompartemen diatas kepala itu emg langka. Sy pun heran, apa mrka ngga diwajibkan mmbantu yah?
Taman fav sy klo d sby adlh taman bungkul. Bisa nongkrong smp subuh klo lg ksana sm tmn2.
Ehh brti dah ga d sby ya mba, wahhh ga bs ktmu kita. Hehe
Waduuuh, saya udah balik ke Garut nih!
28 Nopember 2010 @ 09:49Taman Bungkul itu sekarang termasuk area yang ada hot spotnya, jadi kita bisa pake internet sepuasnya deh…asyikkkk
Have a nice flight Depz, jangan lupa makan udang goreng Bu Rudi di Jl. Darmahusada ya, top banget rasanya…
wah semoga kota-kota yang lain cepat menyusul surabaya ya kebersihannya,
biar semua kota disurabaya juga bersih,
iya memang bener baksonya enak, makanya banyak juga di kota-kota yang nama baksonya BAKSO MALANG. dan memang terkenal.
Bali Villas Bali Villa
Yup, bakso Malang memang sering ditemui di banyak kota
28 Nopember 2010 @ 11:51Saya juga berharap kebersihan Surabaya akan menular ke kota-kota lainnya di Indonesia…
hehehe….malang juga gak kalah lho…….
Nggak kalah bersih, Army?
28 Nopember 2010 @ 12:06Wah, sayang sekali kemarin saya nggak sempet kesana…
jujur bu ,… aku g pernah melihat manisnya senyum semanis senyum pramugari , sampai aku sendiri berinisiatif mesti belajar senyum dari pramugari kalau ingin menjadi enterprenuer handal , tp kalau dari pengalaman ibu ,… pramugarinya kok g senyum ya ,… wah gmn niiihh
Hehehe, iya Huda, pramugarinya lagi banyak masalah kali ya…
28 Nopember 2010 @ 12:34Itu pramugarinya belum makan bakso mungkin.
Kayaknya gitu deh, Sam…
28 Nopember 2010 @ 15:52ahhahahahahh..
gitu ya..
hmm..
kirim dong baksonya minta
Sip…sip…sip…
28 Nopember 2010 @ 17:14*sambil mikir, bakso itu bisa dikirim via Tiki nggak ya*
Taman kotanya indah ya mbak, kompas minggu lalu ngebahas taman2 di surabaya, salut buat pemkotnya, trotoar jg tiap sore disikat, bukan main. Bakso kota pak(cak) man favnya kami, tp tentu aja yg di cab jkt
Mbak Monda penggemar bakso Malang juga?
28 Nopember 2010 @ 18:34Aha, kita harus makan bareng nih, mbak…
Iya, saya juga baca kompas minggu yang itu dan pembuktiannya baru beberapa hari yang lalu, saat saya datang kesana
hiks… sayang lagi ga seneng bakso nie mbak… padahal dulu paling doyan… ^^
kesan saya ma surabaya is huOOTT… bener ga sih sekarang ini, fanas gtu…sekali-kalinya ke surabaya, dulu wktu SMP..
Surabaya memang panas banget Sunflo, dari dulu sampe sekarang, panasnya itu ruuuarrrr biasa!
28 Nopember 2010 @ 20:44Tapi dengan kota yang sekarang begitu tertata, hehe, seneng juga sih ngelihatnya…
mba irmaaaa…..kangeeennnn hehehe
gimana kabarnya mba ?
saya juga baru habis pulang kampung, baru aja nyampe ne heee
nanti ikut donk makan bakso ama hani, saya mau ikut pulang sama hani ntar mba…ketemuan yaaaa
hehehe
Ok…ok, Da!
28 Nopember 2010 @ 22:22Malang kayaknya jadi kota yang pas buat ketemuannya orang Denpasar dan orang Garut, pas ditengah-tengah soalnya…
Waaaahhh, kemaren mbak Irma ke surabaya yaaa?
btw, servis yang berlebihan itu nggak enak, tapi kalo pramugarinya cuek begitu lebih nggak enak lagi ya mbak?
Bener Mala, service yang berlebihan kayak di rumah makan PH itu juga bikin salah tingkah, tapi kalo dicuekin amat sangat juga bikin gerah…hihihi…iya Mala, saya baru balik dari sana…
28 Nopember 2010 @ 23:58mbak irmaaaa, kalo ke surabaya lagi ato Malang, terus pas senggang nggak ada kerjaan, janjian yuk mbaaak.. ntar ketemuan nya di warung bakso mana saja
ato di warung nasi bebek ato ayam goreng?
ato makan mie goreng aja? hehehe
Beneran mbak, saya belum tau rasanya kopdaran (blogger cupu)
Ayoooooooooo….!
29 Nopember 2010 @ 00:00Saya juga nggak pernah kopdaran resmi begitu, kayaknya bisa kita coba bareng-bareng deh, Mala…
Wah.. enak nih yang baru pulkam. Salam kenal aja dulu..
Salam kenal juga, Fendik
29 Nopember 2010 @ 05:00Alamat blognya dimana nih?
wah pantesan ngilang,ga bilang2 pulkam..
hmm takut di pesenin oleh2 yaa..hihi..
alhamdulillah dah balik lagi dengan selamat hureee…!!
Mba pramugarinya gi sakit gigi ato sariawan kali,
jadi males senyum,itu kan temen aku kemaren nelp hheh..
Hehehehehe, Nchie bisa aja
29 Nopember 2010 @ 06:50Salam buat pramugari yang temen Nchie itu, mudah-mudahan sariawan atau sakit giginya udah sembuh…
baso..baso..
baso malang ku suka banget..tapi ga terlalu maniak sih..
Oyaaa?
29 Nopember 2010 @ 06:53Cobain yang di Malang atau Surabaya deh, pasti jadi maniak… *maksa*
tinggal di bandung toch?…
hehehe… *piss
boleh donk minta alamatnya!
kapan-kapan klo aku kelaparan di jalan kan bisa mampir minta disuapin
Disuapin?
29 Nopember 2010 @ 09:21Lo…masih kecil to…?
klo mampir ke Surabaya, Sya mo mapir ke tempat mbak irma ya..
Boleh, boleh, boleh…
29 Nopember 2010 @ 10:54Boleh banget!
ya surabaya memang semakin in sejak bu walikota menjabat dinas tata kota dulu
salam kenal aja dari tetangganya surabaya
Weits, dari Gresik apa Sidoarjo nih…
29 Nopember 2010 @ 11:39Salam kenal juga deh!
Salam kenal juga
Diskusi Internet Sehat
http://cucuhermaone.blogdetik.com/umum/membangun-peradaban-indonesia-dengan-internet-sehat/
Yup, trima kasih kunjungannya…
30 Nopember 2010 @ 10:43Rumahnya deket Bakso Damas emang jalan apa??
Aduuuh, gak sabar ni, kapan bisa ketemuan…
Tentu saja Mbaknya Hani yang satu itu harus diajak, dia bakal mau kok, heee
Jalan Banten, Hani…hehe, nomornya dicari sendiri deh…
30 Nopember 2010 @ 15:02@Mbak Nchie : Kalau belum pernahngerasain yang di Malang emang bilang nggak maniak, tapi begitu ngerasain…beugh bakal kangen terus and terusss
@ MBak Ida : Ku catat janjimu yah….
Hohohoho…kita punya komunitas penggemar bakso Malang nih…
30 Nopember 2010 @ 15:04biarpun cuman sebentar, tetep aja dikatakan pulang kampung bu….bawa dodol gak, dari garut? hehehehe
Aha, bawa mas, ditambah temen-temennya dodol juga…
30 Nopember 2010 @ 16:28mba irma:
1. paket sudah diterima oleh posko dan akan didistribusikan
2. curious maskapai penerbangan apakah itu?
3. aku mau ke surabaya bulan desember hehe
*nyambung apa gak? :p
Hihihi, Julie banget ini sih, to the point…langsung menuju sasaran
30 Nopember 2010 @ 17:351. Thanks banget, Jul…
2. Yang jelas dari Bandung ke Surabaya, berangkatnya pagi, hanya satu kok, di cek aja deh ke bandara…
3. Oya? Masa saya mesti kesana lagi, Jul?
*nyambung gak nyambung, yang penting komen…kabuuuuur*
Selamat malam sahabat tercinta
Saya datang untuk mengokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat. Teriring doa semoga kesehatan,kesejahteraan,kesuksesan dan kebahagiaan senantiasa tercurahkan kepada anda .
Semoga pula hari ini lebih baik dari kemarin.Amin
Dengan bangga saya mengundang anda untuk mengikuti K.U.M.A.T ( Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun ) di BlogCamp. Tali asihnya sih tidak seberapa tetapi sensasinya sungguh ruaaaaaarrrrrrrr biasa.
Silahkan simak artikel pengantarnya dengan meng-klik.
http://abdulcholik.com/2010/11/16/kontes-unggulan-muhasabah-akhir-tahun/
Terima kasih.
Salam hangat dari Markas BlogCamp Surabaya
Salam hangat, Pakde…
30 Nopember 2010 @ 19:39Kehormatan luar biasa sudah dikunjungi dan diajak Pakde buat ikutan lomba…trima kasih ya!
Salut buat kreativitasnya yang tak pernah padam, semoga sukses selalu
waduh dimana tuh mangkal baksonya jeng ?
Jadi pengin jajan disitu deh
Di depan Bonet -Manyar Kertoarjo juga enak lho baksonya
salam hangat dari Surabaya
Masa, Pakde?
30 Nopember 2010 @ 19:41Kalo pulang ke Surabaya lagi, saya coba ah bakso yang direkomendasikan Pakde ini, matur nuwun lo…
waah, pulang kampuuung .. saya juga pengeeen hiks,
insya Allah tahun depan saya pulang kampung, sudah terlalu rindu dengan kota bandung, entah apa yang udah terjadi dan berubah selama 2 tahun ini. hehehe
yang pasti pas pulang nanti langsung makan2, dah kangen ama makanan2 indonesia … duuuh
Feisa, ternyata orang di Bandung?
30 Nopember 2010 @ 22:24Aduh, itu mah surganya jajanan dan makanan enak.
Kebayang kalo di Doha sana, apa aja jenis jajanannya?
Ada batagor atau bubur ayam nggak?
maskapai mana yang pramugarinya ogah senyum mbak…? pernah sekali dari Bandung ke Bali, tapi saya gak merhatiin attitude pramugarinya.
Ada mbak, seumur-umur baru sekali itu juga saya ketemu kejadian seperti ini…lagi banyak masalah kali ya…
30 Nopember 2010 @ 22:30wahh enaknya pulkam T_T
iya bu stujuuuuuuu
bakso enak ya bakso malang dan surabaya, hehe
Toss dulu Mio, toss…
1 Desember 2010 @ 16:40hihihihi…
lucu juga ya ngebayangin mba irma makan baso ditusuk dipinggir jalan dengan nikmatnya… nyaingin anakku kalo lagi makan baso tusuk… hehehe
Hehehehe, itu salah satu cara yang saya sukai buat makan bakso Din, nggak harus berkuah-kuah…
2 Desember 2010 @ 14:12Surabaya Go Green Maju Terus! Semangat! Tunjukkan Hijaumu! Surabayaku Bersih dan Hijau!!! *Duh hierarki banget klo Surabaya disebut…*
Ssst, banjirnya jangan disebut-sebut ya…
3 Desember 2010 @ 17:07Surabaya emang hebat Mbak Irma, Tapiii… yang hebat orang-orangnya bukan berarti pemimpinnya aja lho… *gak nyindir kok*
Mbak Irma.. aduh seneng banget deh Surabaya di promosiin, Coba deh teman-teman lewat Jl. A.Yani adeeem banget, lewat Jl. Walikota Mustajab hmmm kayak Goa pohon, beneran lho…
Mbak Irma Bakso Surabaya enak-enak, apalagi Tahu Campurnya hmmm.. cespleng!!
Setuju!!!!!
3 Desember 2010 @ 17:10Tahu campur dan lontong kikil itu…hm…top banget…
hihi,udah lama blm mampir ke blog tante ini
ah jadi kangen pulang tante, dua minggu lagi nih Insya Allah br bs pulang
memang bakso paling top di surabaya dan malang
di bandung mah nggak ada yg ngalahin
Setuju Nin, setuju banget!
10 Desember 2010 @ 18:10Selamat pulang kampung ya, hati-hati di jalan, kebayang deh gimana serunya pulang bareng-bareng kayak dulu…
Pernah juga beberapa kali saya jumpai perilaku pramugari yang kurang murah senyum seperti gambaran mbak manakala kembali dalam perjalanan dari Singapura menuju Jakarta.
Kala itu penerbangan terkena delay beberapa jam (saya lupa) yang pasti hampir melampaui batas pergantian hari (malam menjelang dini hari).
Sangat tidak mengenakkan perlakuan mereka, bahkan pesanan yang sudah direquest melalui pesanan online milik tetangga duduk sebelah saya juga hampir saja tidak disediakan kalau ia tidak mengkomplainnya berkali2.
Masih enak bakso ditempat mbak ya, daripada bakso diatas pesawat yang dijajakan dengan muka merengut, hehehe…
Hehehehe, pastinya begitu…apapun yang dihidangkan dengan wajah menarik, pasti jauh lebih enak…
20 Desember 2010 @ 16:56