Langit sore di Bandung masih kelabu. Saya di rumah sendirian. Suami saya, kemarin berangkat ke Medan karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan dan nanti malam baru pulang. Anak saya tadi pagi diantar ke kampus untuk mengikuti kegiatan yang memang akhir-akhir ini sangat disukainya. Jadi saat ini memang betul-betul sendirian. Mengulang setiap langkah dalam 20 tahun yang sudah saya lalui.
Tanggal 20 Mei 2009, kemarin tepatnya, adalah peringatan 20 tahun perkawinan kami. Kemarin, 20 tahun yang lalu, adalah pelaksanaan akad nikah untuk mengucap janji suci sehidup semati. Merangkai mimpi yang kadang mustahil untuk dijalani. Tapi apa yang tidak mungkin untuk sepasang pengantin baru?
Hari ini, 20 tahun yang lalu, adalah sebuah resepsi meriah yang mengundang bayak kerabat, tamu dan teman-teman untuk berbagi suka. Tak terhitung ucapan selamat dan turut berbahagia terucap manis dari bibir mereka. Kami tentu menyambut dengan senyum dan tawa. Saat itu, semua duka seakan lenyap entah kemana.
Dua hari ini saya banyak merenung.
Saya tidak pernah menyangka, 20 tahun perkawinan, ternyata bisa saya lewati. Rasa syukur yang tidak terukur kata, saya panjatkan pada Yang Maha Kuasa. Betapa anugerah ini, ternyata layak untuk saya terima.
Tentu banyak torehan luka, juga bahagia yang sudah dilalui bersama. Saling menghormati, menyayangi, mencintai ternyata tidak semudah teori yang sering saya baca. Ada banyak toleransi yang harus dibagi. Sungguh, kadang-kadang hal itu tidak mudah. Ada masa dimana ego pribadi selalu ingin dihargai. Ada saat dimana kata maaf rasanya sulit untuk diberikan pada suami.
Saat ini saya ingin berbagi. Perkawinan tidak bisa diperjuangkan sendirian. Perkawinan adalah lembaga sakral yang harus dijalani dengan hati dan jiwa besar. Tidak pernah ada kata salah dan benar. Tiap detik, rasanya tak cukup hanya belajar. Tapi harus bekerja keras, bersungguh-sungguh dan berusaha tanpa kenal lelah agar perkawinan selalu indah dan manis. Apakah perkawinan sesulit itu?
Tentu tidak. Banyak keajaiban-keajaiban yang datang tanpa diduga. Kadang nestapa yang saya kira, ternyata bahagia datang menyapa. Semua kembali pada niat tulus yang tanpa prasangka. Bahagia dan duka akan datang pada saatnya.
Sungguh…20 tahun bersama menjalani biduk rumah tangga, di kota kelahiran tercinta, adalah peristiwa yang tidak pernah diduga. Tanpa pesta. Hanya ucapan syukur dan doa, semoga perkawinan ini abadi selamanya. Amin.

Selamat ultah perkawinan yg ke-20. Semoga ibu dan bapak rukun dan bahagia selalu.
Amiiin…makasih ya d, komentar pertama berisi doa yang menyentuh…salam buat keluarga
21 Mei 2009 @ 16:07Selamat ya Ibu,semoga diusia perkawinan yg telah 20 tahun tetap langgeng .AMIN. Tadi siang kami sekeluarga ketemu sama Bapak,rasanya tidak percaya bisa ktemu Bapak lagi,anak2 juga senang,maunya Ibu juga ada pasti tambah senang.
Oya….? Wah, saya jadi pengen ke Medan nih, sayang sekali kemarin ada acara Persit yang tidak bisa ditinggalkan. Ssst, selain jadi Ketua Ranting Dirbinlitbang, saya skr jd sekretaris cabang Pussenif….hehehe
,belajar ilmu baru, jadi inget bu Yesi dan bu Endra!
21 Mei 2009 @ 18:15hapy weddingday mom,20th waktu yg lama.saya sendiri blm brani untuk memulai saat ini.
Kenapa, Riani
? Perkawinan rasanya rame kok, semoga saat yang tepat segera terwujud….makasih komentarnya ya!
21 Mei 2009 @ 18:32happy anniversary ya Bu. Semoga langgeng dan berbahagia selalu amin. Sukses jg untuk jabatan barunya,tapi antar suratnya tidak naik sepeda kan Bu hehehe maaf bu bercanda..
Hahahaha, baca komentar saya buat bu Heriadi ya
21 Mei 2009 @ 20:00Makasih doanya d R3tno, rupanya skr giliran sy ngurusin surat keluar-masuk…mohon doa restu….halah!
selamat hari perkawinan yang ke-20th ya mbak..waktu yang cukup lama dilalui tapi serasa cepat berjalan ya mbak..santi doakan semoga langgeng dan berbahagia serta rukun selalu Amieenn…
Makasih d Santi, kita nggak ketemu aja udah 7 tahun…wah, kangen ya, kalo ke Bdg, pokoknya wajib mampir
21 Mei 2009 @ 20:07Selamat ya, sekali lagi…
Wow! 20 tahun ya… luar biasa. Dua puluh tahun pernikahan yang bahagia, luar biasa kuadrat… Semoga rukun terus sampai kakek nenek ya…
d.~
Amiiin…makasih banget ya Dee
…
21 Mei 2009 @ 22:47wow… sudah 2 dasawarsa ya… Selamat Ulang Tahun Pernikahan bu…. semoga tetap langgeng sampai akherat kelak…..
Amiiin, makasih sekali d Olivia
,doa dan komentarnya bikin saya seneng!
22 Mei 2009 @ 00:07Selamat ulang tahun perkawinannya yg ke 20, saya pe merinding bacanya…
Nice post bu
Makasih banyak ya, buat ucapan dan komentarnya…seneeeeng
22 Mei 2009 @ 08:48Selamat ulang tahun perkawinan ya, semoga bahagia selalu dan banyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak rejekinya. AMIN
Amiiin…..waduh, tau ya kalo sekarang rejeki saya masih sedikit…hihihi…
22 Mei 2009 @ 09:22selamat hari jadi perkawinan ya mbak
moga bisa sampe selamanya
love ever after
Thanks Depz…kapan menyusul
?
22 Mei 2009 @ 10:50Love ever after…indahnya!
selamat ultah perkawinan mba, smoga rukun2 selalu ya
salam
Makasih banyak ya mbak, doa yang sama juga buat mbak dan keluarga…
22 Mei 2009 @ 11:06selamat mbak, it is not easy to keep a commitment for 20 years. Semoga berlanjut selamanya. Semoga aku bisa seperti dirimu mbak.
Bisa Luv, pasti bisa, asal…..hehehehe
22 Mei 2009 @ 11:19happy anniversary ya… semoga tetap langgeng sampe kakek nenek…
Wah, kejutan…
, trima kasih doa dan komentarnya ya, salam kenal…
22 Mei 2009 @ 12:05banyak selamat…
semoga kelak aku juga bisa ‘merayakan’ 20 tahun pernikahan… (maksudnya pernikahan di dunia maya bukan di rumahkayu…hehe…)
Ssst, dunia nyata kali….atau dunia maya juga
?
22 Mei 2009 @ 12:45Thanks ya, Kuti…
selamat ya mbak tetep mesra hehe
Aduh, kejutan manis…
,makasih ucapan dan komentarnya ya, salam kenal…
22 Mei 2009 @ 17:38ha ha ha ha ha… ngakak dulu liat komen kuti dan jawaban irma.
rumahkayu sekarang baru lima bulan lebih… enam bulan saja belum… nanti kalo umur 20 tahun rumahkayu, pasti cara ngeblog udah berubah banget, teknologinya sudah ganti… ha ha ha…
But let’s see… ngga papa kan bermimpi, punya mimpi itu bikin hidup lebih hidup (koq jadi kaya’ iklan ya? ha ha ha
) ~d.
Bener Dee, kita harus berani bermimpi…masalah terwujud atau tidak, itu kan hanya soal waktu
,sukses buat rumahkayu ya, ehm, mudah-mudahan bintangtimur juga…
22 Mei 2009 @ 19:05waaahhh..lima tahun lagi perkawinan perunggu bu..hehehe
Iya nih, nggak kerasa…hehehe, masa sih…
22 Mei 2009 @ 20:37Makasih komentarnya ya, salam kenal
ibuu… bapakk….. slamat hari ulang tahun perkawinan y….
maaf y bu, pak,, ica g bs ngasi hadiah apa-apa…
mdh2an ibu sm bapak slalu dlm lindungan Allah SWT. Amin…
Makasiiiiih Ica, makasih doanya, makasih pengertiannya selama ini, makasih udah memberikan kebahagiaan dan kebanggaan buat bapak dan ibu, Ibu sayaaaaaaang sekali sama Ica….
23 Mei 2009 @ 07:11eh,, salah,, namanya blum diganti,,,
ibuu… bapakk….. slamat hari ulang tahun perkawinan y….
maaf y bu, pak,, ica g bs ngasi hadiah apa-apa…
mdh2an ibu sm bapak slalu dlm lindungan Allah SWT. Amin…
-Risaaa-
Amiiin…..hadiah paling indah yang udah diberikan Tuhan buat ibu dan bapak adalah Ica…
23 Mei 2009 @ 07:13selamat hari perkawinan y bu
hihi..bareng sama haru Ulang tahun saya dunk y 21 Mei
Oya…? Happy b’day…
,semoga panjang umur dan bahagia selalu…
23 Mei 2009 @ 13:05Happy aniversarry ya mb.
Kasian deh mengeang sendirian….
Mudah 2x ’something’ Yg dibawa mas Asro dari rmedan bisa menghapus mendung.
He he he…..
Hahahaha….mendungnya udah kehapus banget lo…
…makasih ucapannya ya!
23 Mei 2009 @ 13:29Selamat berbahagia selalu buk,keluarga ibuk adalah inspirasi serta panutan buat kami….selalu saya tunggu postingannya.Salam hormat.
Trima kasih pak Didiek, tolong saya diberitahu nama blog pak Didiek ya, supaya kita bisa saling silaturahmi, salam u/ ibu Didiek dan anak-anak
25 Mei 2009 @ 00:33perkawinan merupakan zona aman dan nyaman.
met ultah perkawinan
Makasih ya…
,lama nggak kelihatan!
25 Mei 2009 @ 23:30Ibu Irma..Happy Anniversary ya..moga semuanya semakin baik dari hari lalu dan selalu happy. Amin
kak Shinta juga punya blog ini alamatnya http://kembanggulo.blogspot.com/ kalo ada waktu kunjungi ya blognya kak Shinta.
Maaf ya kalo tiba aku nyelonong masuk ke Blognya Bu Irma, perkenalkan aku Dian, adiknya Kak Shinta (Bu Adom) Mungkin waktu jaman kita hidup di Kepanjen aku belum nonggol di dunias atau muin aku masih baby bala bala jadi aku gak tau persis yang mana namanya Ibu Irma, yang aku tau cuma Bapak Ibu nya Ibu Irma aja
Thx
Aduuuh…tadi sy tlp-an sama kak Shinta
26 Mei 2009 @ 09:54Jangan panggil ibu dong, kalo kita pernah sama-sama di masa lalu, manggil mbak Irma rasanya lebih enak…sip, nanti ditengokin blognya ya, salam sayang buat tante dan kel…
sudah seminggu saya cari blog nya bu salah melulu,,padahal pak kumendan sdh sms kan alamatnya dasar pikun lupa terus, saya emang seneng baca2 blog orang hehehe… makanya saya berusaha cr blognya ibu, belum semua ceritanya saya baca,biasa kejar-kejaran sama kerjaan, kalau ada yang menarik biasanya saya tandain, saya sedang menerbitkan buku teman2 di kampus, sistemnya indie printed soalnya banyak dosen yang bikin buku tapi susah mau menerbitkannya, mudah2an kalau ada cerita yg menarik bisa saya bantu untuk dibukukan n diterbitkan, btw biarpun telat saya ucapkan selamat ultah perkawinan mudah2an jadi keluarga yg sakinah Amien…
Makasih sudah baca dan berkomentar di blog saya ya…sukses buat semuanya
26 Mei 2009 @ 10:04Aduh …., baru baca blognya jeng Irma, eh ngga tahu klo lg ultah perkawinan, abis ga bilang2 sih, tahu gitu kan gue samperin (dlm mimpi, hehehe), ternyata ultah perkawinan kita sama d bulan mei hny beda tgl. kami tgl. 9.5.95, kt berdoa bersama yo, moga Allah meridhoi keinginan kita, krn ternyata tdk semuany perkawinan itu sesuai dg keinginan kita …. Selamat berbulan madu sembari mengingat malam pertama dulu …
Hahaha, boro-boro, suami dinas luar melulu…
31 Mei 2009 @ 20:09Tapi untuk berdoanya, saya setuju, semoga kita selalu diberi yang terbaik oleh Allah Swt. Amin.